Berita

Politik

KENAIKAN HARGA BBM

Perpecahan PDIP Akibat Terbebani Sikap Politik Masa Lalu

JUMAT, 07 NOVEMBER 2014 | 19:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

PDI Perjuangan (PDIP) terbebani sikap politik tahun 2012 yang menolak kebijakan presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Itulah yang jadi penyebab tidak solidnya kader PDIP menanggapi rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut subsidi terhadap harga BBM.

"Kini mereka ingin membuktikan, mengubah sikap soal BBM itu sulit," ujar pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, saat ditemui usai acara diskusi mingguan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (7/11).


Alasan lain, lanjut Yunarto, terjadi banyak faksi di PDIP. Ada faksi Megawati Soekarnoputri, faksi Jokowi, dan faksi Puan Maharani yang belum mencapai titik temu terkait rencana kenaikan harga BBM.

"Kalau begitu, Jokowi akan menghadapi internal partainya sendiri. Ini lebih sulit ketimbang mendamaikan Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH)," tambahnya.

Namun, masih kata Yunarto, sekuat apapun isu perpecahan di PDIP, masalah itu akan selesai seiring titah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Dialektika di PDIP selalu selesai setelah Mega ngomong," tandasnya. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya