Berita

Michael Tene

Wawancara

WAWANCARA

Michael Tene: Kami Akan Percepat Pemulangan Dua Jenazah WNI Yang Dibunuh Di Hong Kong

JUMAT, 07 NOVEMBER 2014 | 09:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Luar Negeri  memfasilitasi  pemulangan  jenazah dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembunuhan di Hong Kong.

Kami terus berupaya mempercepat proses pemulangan dua jenazah WNI itu. Namun ada proses yang harus dilalui,’’ kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Jubir Kemlu) Michael Tene kepada Rakyat Merdeka yang dihubungi via telepon, Rabu (5/11).

Seperti diketahui, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong (KJRI) membenarkan dua korban pembunuhan Rurik Jutting asal Inggris, merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI). Mereka adalah Sumarti Ningsih asal Jawa Tengah, dan Seneng Mujiasih dari Sulawesi Tenggara.


Namun, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Gatot Abdullah Mansyur menjelaskan, kedua WNI itu masuk ke Hong Kong hanya berbekal visa kunjungan. Namun sebelumnya mereka pernah menjadi TKI.

Michael Tene selanjutnya mengatakan, saat ini  sedang dilakukan pengurusan dokumen dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk pemulangan jenazah.

Ini sedikit membutuhkan tambahan waktu. Tapi kami dorong supaya prosesnya tidak terlalu lama. Artinya kami berupaya untuk mempercepat pemulangan jenazah ke Indonesia,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Setelah didatangi Kemlu, bagaimana respons keluarga korban?
Berdasarkan informasi yang kami terima, keluarga korban sangat terpukul dengan kepergian putrinya. Karena keduanya merupakan tulang punggung keluarganya masing-masing.

Keluarga korban menginginkan pelaku diberikan hukuman yang setimpal dan secepat mungkin jenazah dikembalikan ke keluarga.

Adakah santunan yang diberikan kepada keluarga korban?
Hal seperti itu berbeda lagi. Nanti akan ditangani kementerian terkait. Pemerintah tidak akan diam melihat warga negaranya terkena musibah. Pasti terus memberikan perlindungan kepada setiap warganya di mana saja berada. 

Kemlu mengirim tim ke Hong Kong, apa saja tugasnya?
Melakukan investigasi terhadap kasus ini. Tim juga berupaya untuk memulangkan jenazah korban secepat mungkin.

Sebab, sudah ditunggu keluarga korban. Selain itu, tim itu juga terus menyampaikan informasi dan perkembangan terkini dari Hong Kong.

Siapa saja yang tergabung dalam tim tersebut?
Perwakilan dari KJRI Hong Kong beserta beberapa stafnya, dan Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu.

Permasalahan ini sudah ditangani KJRI dan kepolisian Hong Kong. Proses hukumnya sudah bergulir. Sudah ada sidang pendahuluan di Hong Kong terhadap pelaku pembunuhan.

Ada serangkaian proses pengadilan selanjutnya. KJRI akan terus memantau proses pengadilan.

Kekerasan dan pembunuhan sudah sering menimpa WNI di luar negeri. Apa antisipasi pencegahan dari Kemlu?
Kami selalu mengimbau kepada seluruh WNI di mana saja berada untuk menghindri situasi yang kurang kondusif. Harus bisa memilih lingkungan agar tidak membahayakan keselamatan dirinya.

Apa pemerintah kesulitan dalam memberikan perlindungan kepada WNI?
Bukan persoalan sulit atau tidak sulit. Permasalahan seperti ini tidak bisa digeneralisasi. Siapapun tidak bisa memprediksi akan muncul persoalan seperti ini. Namun negara akan terus memberikan perlindungan semaksimal mungkin. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

IPW Dinilai Tidak Netral soal Evaluasi Pelaku Tambang Nikel

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:47

Megawati Kirim Bunga Buat HUT Gerindra sebagai Tanda Persahabatan

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:33

Tiga Petinggi PN Depok dan Dua Pimpinan PT Karabha Digdaya Resmi jadi Tersangka

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:13

Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:37

Gerindra Sebar Bibit Pohon Simbol Keberlanjutan Perjuangan

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:25

Gus Yusuf Kembali ke Dunia Pesantren Usai Mundur dari PKB

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:15

Bahlil Siap Direshuffle Prabowo Asal Ada Syaratnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:12

Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:05

PDIP Tak Masalah PAN dan PKB Dukung Prabowo Dua Periode

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:53

KPK Dikabarkan Sudah Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:29

Selengkapnya