Berita

ilustrasi/net

Dunia

Presiden Bank Dunia Minta Korsel Bantu Lawan Ebola

SELASA, 04 NOVEMBER 2014 | 21:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bank Dunia meminta Korea Selatan untuk mengirimkan lebih banyak pekerja medis ke negara-negara yang terkena dampak terparah penyebaran virus Ebola.

"Banyak negara di Asia yang bisa membantu namun tidak melakukan. Saya menyerukan kepada pemimpin di Asia untuk mengirim tim medis profesional yang terlatih untuk membantu menghentikan Ebola pada sumbernya," kata Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dalam konferensi pers yang digelar di Seoul (Selasa, 4/11).

Kim juga mendesak negara-negara Asia untuk bergerak maju demi mengalahkan virus yang telah menelan hampir lima ribu jiwa di sejumlah negara di kawasan Afrika Barat itu. Ia menilai, Asia memiliki tenaga medis yang berlimpah dan bisa maju ke garis depan dalam upaya internasional meredam penyebaran Ebola.


"Pada hari Selasa, 11 bulan ke dalam krisis Ebola, hanya 30 tim medis dari seluruh dunia yang telah dikirim ke tiga negara Afrika Barat Guinea, Liberia dan Sierra Leone," sambungnya. Tiga negara itu diketahui merupakan negara yang terkena dampak terburuk penyebaran Ebola.

Kim menegaskan, kontrol perbatasan tidak cukup untuk meredam penyebaran virus yang menular melalui cairan buangan tubuh itu.

"Dunia harus memadamkan api karena jika tidak, Ebola dapat menyebar ke negara manapun, termasuk yang di Asia," kata kim dikutip Korea Times.

Sebelumnya, Korea Selatan sendiri telah menetapkan rencana untuk mengirimkan sekitar 20 militer dan pekerja medis sipil ke sejumlah wilayah di Afrika Barat dalam waktu beberapa minggu ke depan untuk membantu menangani Ebola. Selain itu, negeri gunseng juga berjanji untuk menggelontorkan dana sekitar 5,6 juta dolar untuk membantu kampanye melawan Ebola. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya