Berita

ilustrasi bendera palestina/net

Dunia

Lewat Surat, 105 Mantan Jenderal dan Intelijen Israel Dorong Perdamaian dengan Palestina

SELASA, 04 NOVEMBER 2014 | 19:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Setidaknya 105 pensiunan kepala jenderal dan intelijen Israel (IDF) menulis surat bersama yang diperuntukan bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dalam surat itu, mereka menuntut Benjamin untuk memulai proses diplomatik bagi perdamaian dengan Palestina.

"Kami, yang bertanda tangan, komandan IDF cadangan dan pensiunan polisi yang telah berjuang dalam kampanye militer Israel, tahu secara langsung soal harga menyakitkan yang harus dibayar atas perang," isi surat itu dikutip Russia Today.

"Di sini kita kembali mengirimkan anak-anak kita keluar ke medan perang, menyaksikan mereka mengenakan seragam dan rompi tempur untuk kemudian berperang dalam operasi perlindungan," sambung isi surat yang dibacakan itu.


Sebagian di antara mereka yang menandatangani Surat itu menyebut, Israel memiliki kekuatan dan sarana untuk membuat kedua negara keluar dari krisis yang ada saat ini. Namun belum dicapainya perjanjian damai kedua negara terjadi karena lemahnya kepemimpinan Israel.

"Saya tidak ragu bahwa perdana menteri mencari kesejahteraan Israel, tapi saya pikir dia menderita semacam kebutaan politik yang mendorong dia untuk menakut-nakuti dirinya dan kami," kata Mayor Jenderal Eyal Ben-Reuven.

Ide untuk menulis surat itu digagas oleh Mayjen Amnon Reshef. Ia mengaku lelah atas realitas putaran konflik yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir antara kedua negara.

Ia mendorong agar Israel kembali pada rencana perdamaian Arab yang diadopsi pada tahun 2002. Rencana itu menawarkan perdamaian penuh untuk negara-negara Arab dan Israel. Tel Aviv, pada gilirannya, perlu untuk menarik diri ke perbatasan berdasarkan garis gencatan senjata pra-1967. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya