Berita

bambang soesatyo/net

Politik

Bambang Soesatyo: Gagal Jadi Menteri, KIH Jangan Cari Pelarian di DPR dong

SELASA, 04 NOVEMBER 2014 | 16:08 WIB | LAPORAN:

Koalisi Merah Putih (KMP) sebenarnya bisa saja mengikuti permainan Koalisi Indonesia Hebat (KIH), yakni dengan membiarkan kondisi DPR tidak bersatu. Apalagi, KMP tidak punya kepentingan dengan kekuasaan pemerintahan Presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla.

"Bagi kami dalam KMP tidak masalah kalau mengikuti alur pikiran KIH yang mengulur-ulur waktu. Toh, kalau begitu terus, kan pemerintahan Jokowi bisa macet, anggaran akan terbengkalai pembahasannya," kata anggota Fraksi Golkar Bambang Soesatyo, di DPR, Selasa (4/11).

Dia menegaskan, kisruh di DPR dikarenakan KIH tidak siap menerima kekalahan dan bukan karena persoalan KMP serakah seperti yang digembar-gemborkan selama ini. Justru sebaliknya, terbelahnya DPR karena dipicu rencana Presiden Joko Widodo yang ingin membentuk kabinet ramping. 


"Bukan karena kita serakah. Partai yang kalah berkelompok menjadi KMP, dan karena lebih banyak dari KIH, maka bisa menang di DPR. Ini demokrasi yang sangat fair," katanya.

Bambang menegaskan, kemenangan KMP menyapu bersih posisi-posisi penting di parlemen karena kepiawaian mereka mengatur strategis. Seperti saat pertarungan merebut kursi pimpinan MPR.

"Kita hampir kalah di atas kertas karena DPD dan PPP kesana, tapi kita ganti strategi, kita naikkan E.E Mangindaan dan bisa, jadi jangan cengenglah, ini menyangkut kepiawaian kita atur strategi," ujar Bamsoet, sapaan politisi Golkar ini.

Ia pun menyayangkan rencana pimpinan DPR membentuk komisi baru untuk mengakomodir pihak KIH.

"Harusnya tidak usah, cukup 11 komisi. Kalau memberikan kursi itu 'kan transaksional, itu 'kan suap," katanya. 

Menurut dia, seharusnya pihak KIH tidak mencari pelarian di DPR. Tidak terpilih jadi menteri tidak seharusnya diluapkan di DPR.

"Minta dong ke Jokowi, 'kan bisa mendapat posisi komisaris atau direksi di BUMN," ujarnya.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya