Berita

effendi simbolon/net

Politik

"DPR PERJUANGAN"

Effendi Simbolon Sebut Lawan Politiknya Semua Kerdil

SABTU, 01 NOVEMBER 2014 | 15:20 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Wakil Ketua DPR versi Koalisi Indonesia Hebat (KIH), Effendi Simbolon, mencak-mencak karena koalisinya disebut bermanuver membuat DPR tandingan hanya karena tidak kebagian kue kekuasaan.

Menurut dia, KIH tidak main-main melawan dominasi Koalisi Merah Putih (KMP) yang menguasai semua kursi pimpinan DPR RI dan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). KMP, sebut dia, sudah melanggar asas proporsionalitas atau perimbangan dalam kepemimpinan DPR.

"Ini saya sebut kartel politik Senayan yang membahayakan. Saya tidak lihat ini sederhana tapi sangat serius. Maka harus dipahami mosi tidak percaya ini sangat serius," tegas Effendi dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (1/11).


Dia menyebut lawan-lawan politiknya dengan julukan "kerdil", yang hanya bisa memanipulasi undang-undang di ruangan "kedap suara" yang tak terjangkau rakyat.

"Padahal semuanya kerdil. Kalau mau menang, menanglah di Pemilu. Di situ kita lihat siapa yang paling banyak dapatkan suara. Tapi jangan preteli aturan dalam ruang yang kedap suara begini. Kemudian lewat medianya, para kartel mempublikasikan berita yang sifatnya provokatif," ujarnya kesal.

Lagi masih menurutnya, pernyataan dukungan elite-elite KMP kepada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang didukung KIH tidak usah dianggap serius.

"Jangan mereka seolah-olah mendukung pemerintah. Ya, memang mereka harus dukung pemerintah. Kalau tidak mendukung pemerintah, mereka sudah kategori makar," tegasnya.

Sebelumnya politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR, Mahfudz Siddiq, menyatakam, manuver PDI Perjuangan dan teman-temannya di Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang membentuk DPR tandingan adalah imbas dari perseteruan internal yang belum selesai di antara anggota KIH.

"Saya secara pribadi merasa tidak perlu ikut bicara atau komentar. Dalam pandangan saya dan teman-teman lain, wacana yang muncul dari manuver politik ini kan sebenarnya masalah yang belum selesai di antara Koalisi Indonesia Hebat," ujarnya. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya