Berita

ilustrasi:net

Dunia

AS dan Iran Bahas Nuklir Bareng Uni Eropa di Oman

SABTU, 01 NOVEMBER 2014 | 15:16 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton akan terbang ke Oman untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS dan Iran pada 9-10
November mendatang.

Pembicaraan antara Ashton, Menlu AS John Kerry, dan Menlu Iran Javad Zarif yang akan berlangsung di Muscat. Tujuannya, untuk membahas isu nuklir Iran menjelang kesepakatan akhir pada 24 November.

"Tujuan dari pembicaraan adalah untuk mencapai kesepakatan yang komprehensif dengan Iran pada 24 November, di mana pembicaraan itu akan meyakinkan masyarakat internasional tentang sifat eksklusif damai program nuklirnya," kata jurubicara Ashton, Michael Mann dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters.

"Tujuan dari pembicaraan adalah untuk mencapai kesepakatan yang komprehensif dengan Iran pada 24 November, di mana pembicaraan itu akan meyakinkan masyarakat internasional tentang sifat eksklusif damai program nuklirnya," kata jurubicara Ashton, Michael Mann dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters.

Sebelum menuju ke Oman, lanjut Mann, Ashton terlebih dahulu akan bertemu dengan para pejabat senior Kementerian Luar Negeri dari kelompok P5+1: Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat di Wina pada tanggal 7 November.

Upaya-upaya ini terus dilakukan oleh kedua belah pihak, baik kelompok P5+1 maupun Iran, untuk mencapai kesepakatan sebelum 24 November, meskipun banyak keraguan dari para ahli. [ian]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya