Berita

hendri satrio/net

Politik

Analis: Itu Bukan DPR Tandingan, Tapi DPR Ambekan

SABTU, 01 NOVEMBER 2014 | 13:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Manuver Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menetapkan pimpinan DPR versi mereka lewat "sidang paripurna" yang digelar di antara mereka sendiri, tidak pantas disebut sebagai "DPR tandingan".

"Teman-teman media jangan sebut DPR tandingan. Ini DPR ambekan atau ngambek. Ngambek karena tidak dapat kue (jabatan pimpinan DPR)," kata analis komunikasi politik, Hendri Satrio, dalam diskusi publik di Cikini, Jakarta, Sabtu (1/11).

Dalam hal ini, dia tidak mau memihak ke salah satu kubu baik KIH ataupun Koalisi Merah Putih (KMP). Namun yang pasti, begitu anggota DPR periode 2014-2019 dilantik terlihat komunikasi politik di antara politisi DPR mandek.


"Ini karena komunikasi di level atas mandek. Biasanya komunikasi mereka top down, dari atas ke bawah, sehingga di bawah mengikuti pimpinan mereka. Ini tidak terjadi sekarang. Komunikasi politik tidak luwes, akibatnya KIH ini tidak dapat 'kue' sama sekali. Komunikasi politiknya tidak ada," urai Hendri.

Dia menyarankan para pimpinan partai yang ada di DPR RI memulai komunikasi "level top". Hal itu seperti yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan para tokoh politik.

Tetapi, anggota fraksi PDI Perjuangan di DPR yang ditunjuk jadi "Wakil Ketua DPR" versi Koalisi Indonesia Hebat,  Effendi Simbolon, menolak kalau ia dan teman-temannya disebut sedang ngambek.

"Terserah mau tafsir apa, tapi ini bukan karena ngambek. Kami tidak main-main mengajukan mosi tidak percaya ini," tegas Effendi yang juga hadir di diskusi itu. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya