Berita

Sutopo Purwo Nugroho

Politik

BNPB Rancang Sistem Induk Komunikasi Bencana

SABTU, 01 NOVEMBER 2014 | 12:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merancang Rencana Sistem Induk Komunikasi Bencana bermuara pada keselamatan.

Ini merupakan konsep dasar dalam rancangan Rencana Induk Sistem Komunikasi Bencana 2014-2019. BNPB dan The Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) membahas dokumen tersebut bersama mitra kerja pada lokakarya nasional Rencana Induk Sistem Komunikasi Bencana di Kediri, Jawa Timur, pada 30-31 Oktober kemarin.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, salah satu tujuan dokumen rencana induk ini adalah perwujudan kebijakan dan tata kelola sistem komunikasi bencana. Dokumen tersebut akan membantu pemangku kepentingan dalam menjamin pelayanan publik, khususnya komunikasi bencana, yang cepat, akurat, berkualitas, transparan, dan akuntabel terutama untuk masyarakat terdampak.


Dokumen ini akan membantu celah terkait komunikasi multipihak. Penyusunan dokumen rencana induk belajar banyak dari pembelajaran penanganan evakuasi erupsi Kelud di Kediri, dan penanganan bencana di beberapa tempat. Penanganan evakuasi masyarakat menjelang erupsi dahsyat Kelud dapat dijadikan model penanganan evakuasi di tempat lain.

"Cerita Kelud pada saat evakuasi memberikan pembelajaran terbaik terkait komunikasi bencana. Pemanfaatan local wisdom sebagai dasar pengelolaan bencana patut dicontoh," jelas Sutopo kepada wartawan, Sabtu (1/11).

Saat kritis dan jelang erupsi eksplosif Kelud, keberhasilan evakuasi 86.000 jiwa yang berada di sekitar lereng Kelud tidak terlepas dari peran sentral tiga tokoh. Mereka yang menjadi kunci keberhasilan dalam evakuasi antara lain antara lain Pengamat Gunungapi Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi, Khairul Huda; Danramil Kecamatan Ngancar, Sutrisno, dan Camat Ngaseri.

"Setelah mendampatkan masukan dari para ahli, responden, dan pihak terkait, termasuk media, tim rancangan dokumen rencana induk akan memasuki penyelesaian akhir. Rancangan dokumen rencana induk diharapkan mampu menjawab permasalahan komunikasi bencana secara komprehensif," tandasnya. [ald] 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya