Berita

salah satu desain yang digadang-gadang menjadi bendera selandia baru/net

Dunia

Referendum Bendera Anyar Selandia Baru Digelar Tahun 2016

RABU, 29 OKTOBER 2014 | 13:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Selandia Baru akan menggelar pemungutan suara terkait referendum soal perubahan bendera nasional pada tahun 2016 mendatang.

Begitu penegasan dari Perdana Menteri Selandia Baru, John Key (Rabu, 29/10). Ia juga memastikan, dirinya akan meimpin diskusi publik soal desain yang potensial bendera Selandia Baru.

ABC News mengabarkan, kabinet Selandia Baru telah memutuskan bahwa pemungutan suara nasional terkait referendum perubahan bendera akan digelar selama dua kali. Pemungutan suara pertama akan digelar pada akhir tahun depan untuk meminta warga Selandia Baru untuk memilih salah satu desain bendera dari sejumlah desain terbaik yang dipilihkan.


Sementara pemungutan suara kedua akan digelar pada pada tahun 2016 untuk memastikan desain pemenang yang akan menjadi bendera nasional teranyar Selandia Baru.

Kabinet sendiri memperkirakan, pemungutan suara terkait referendum itu akan menelan anggaran sekitar 20 juta dolar AS.

Seluruh partai politik juga akan diijinkan untuk mengirimkan satu perwakilannya ke komite yang mengawasi proses pemunguta suara itu.

Key menilai, bendera baru diharapkan akan dapat lebih mewakili identitas nasional Selandia Baru yang modern dan meninggalkan simbol kolonialisme Inggris yang lekat di bendera Selandia Baru saat ini. Bendera Selandia Baru saat ini diketahui pertama kali digunakan pada tahyn 1869 dan resmi diadopsi pada tahun 1902.

"Bendera kita adalah simbol nasional yang sangat penting dari identitas nasional kita dan saya yakin bahwa ini adalah waktu yang tepat bagi Selandia Baru untuk mempertimbangkan perubahan desain dengan yang lebih baik dalam mencermintkan bangsa yang modern dan merdeka," kata key dalam sebuah pernyataan.

Key sendiri sebelumnya menyebut, dirinya tertarik dengan desain bendera nasional berwarna hitam dengan pakis perak di tengahnya,

"Mempertimbangkan bendera saat ini adalah hasil yang mungkin muncul dari proses ini dan pertimbangan pilihan akan dilakukan dengan hati-hati, dengan hormat," sambung Key. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya