Berita

sudirman said/net

Bisnis

Serikat Pekerja Pertamina Pertanyakan Jokowi Angkat Sudirman Said

RABU, 29 OKTOBER 2014 | 02:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Serikat Pekerja PT Pertamina mempertanyakan penunjukan Sudirman Said sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Ugan Gandar mengatakan, penunjukan menteri ESDM memang hak preogatif presiden. Namun,  alangkah bijaknya jika presiden mendengarkan suara rakyat yang bergulat di dunia ESDM.

"Kalau untuk menempatkan menteri ESDM tentu harus lebih hati-hati karena menyangkut pengelolaan sumber daya alam dan energi yang saat ini sudah tidak berdaulat," ujar Ugan dalam keterangan tertulisnya (Selasa, 28/10).


Menurut Ugan, terlalu banyak kepentingan-kepentingan kelompok yang masuk di dalamnya. Karena itu, dia bilang, presiden jangan hanya mendengarkan dari orang dekatnya saja, tapi cari second opinion dari masyarkat pelaku bisnis tersebut. Apalagi, kata dia, Kementrian ESDM membawahi Pertamina yang merupakan industri strategis yang dimiliki oleh Negara. Pertamina baik sebagai BUMN maupun NOC (National Oil Company) harus menjadi perhatian khusus dari presiden.

"Jangan dianggap sepele karena kalau presiden tidak peduli atau hanya mendengarkan dari orang-orang  dekat dengannya saja, maka kita anak bangsa jangan pernah bermimpi Negara ini akan berdaulat di sektor energi," katanya.

Menurutnya, presiden dalam menentukan jajaran direksi Pertamina harus banyak mendengarkan dari para ahli dan pekerja Pertamina yang puluhan tahun sangat memahami perilaku-perilaku pimpinannya. Kata dia, FSPPB harus dijadikan sebagai narasumber walaupun keputusan akhir ada di tangan presiden. Dia menegaskan, maju mundurnya Pertamina sebagai NOC atau BUMN sangat tergantung dari presiden.

"Apakah Pertamina akan dibesarkan seperti halnya Petronas atau Pertamina mau di jual melalui cara IPO atau Pertamina ini mau dibonsai," jelasnya.

Komitmen seorang presiden terhadap industri strategisnya, dapat terlihat dari pemilihan dirut dan jajaran jajaran direksinya dan nasib Undang-Undang Migas. Apakah undang-undang itu akan tetap dibiarkan atau diamandemen.

"Selama ini undang-undang itu sangat liberal dan membuat Pertamina sebagai NOC terpuruk. Mestinya dibelahan dunia manapun NOC mendapatkan perlindungan dan previlege dari pemerintahnya," jelasnya.

Selanjutnya, apakah Presiden Jokowi akan menyerahkan sumur sumur minyak yang sudah habis masa kontraknya dengan pihak asing ke negara dalam hal ini ke Pertamina, seperti Blok Mahakam.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya