Berita

puing pesawat malaysia airlines mh17/net

Dunia

Tim Investigasi Tak Kesampingkan Teori MH17 Jatuh Ditembak Pesawat Lain

SELASA, 28 OKTOBER 2014 | 13:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tim investigasi tidak mengesampingkan kemunginan jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah timur Ukraina terjadi karena ditembak dari udara.

Kepala tim investigasi asal Belanda Fred Westerbeke dalam sebuah wawncara dengan majalah Der Spiegel dikutip Russia Today (Senin, 27/10) menyebut, pihaknya masih membuka teori bahwa pesawat yang menewaskan hampir 300 orang penumpangnya pada Juli lalu itu ditembak oleh pesawat lain dari udara.

Menyusul teori itu, Menteri Pertahanan Rusia merilis data pengawasan militernya yang menunjukkan bahwa sesaat sebelum MH17 diketahui jatuh, sebuah jet militer Ukraina terdeteksi terbang dengan jarak dekat di jalur MH17. Namun Ukraina sendiri tidak memberikan penjelasan soal mengapa pesawat militer mereka bisa terbang dalam jarak yang cukup dekat dengan pesawat penumpang.


Westerbeke menjelaskan, timnya mempersiapkan permintaan bantuan resmi bagi Rusia. Pasalnya, Rusia tidak menjadi salah satu negara yang terlibat dalam tim internasional yang menginvestigasi kasus tersebut. Timnya akan secara spesifik menayakan soal data radar yang menunjukkan soal jet Ukraina yang terbang dekat MH17 pada saat itu.

"Berjalan dengan data intelijen yang tersedia, pendapat saya, ditembak jatuh oleh rudal permukaan udara merupakan sekenario yang paling mungkin. Tapi kita tidak meutup mata terhadap kemungkinan bahwa hal-hal lain mungkin terjadi secara berbeda," paparnya.

Hingga saat ini, tim investigasi yang dipimpin oleh Belanda belum membuahkan kesimpulan soal apa penyebab pasti jatuhnya MH17. Sebuah laporan awal yang dikeluarkan pada September lalu hanya menunjukkan bahwa pesawat itu jatuh sebagai akibat dari kerusakan struktural dari luar. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya