Berita

rachmawati soekarnoputri/net

KABINET JOKOWI-JK

Kabinet Kerja Tidak Pro Trisakti, Tempat Berlindung Politisi yang Terkait Korupsi

MINGGU, 26 OKTOBER 2014 | 20:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla diperkirakan akan sulit bekerja.

Penyebab utamanya adalah karena kabinet tersebut hasil kompromi berbagai kelompok yang memiliki kepentingan tidak hanya berbeda tetapi juga berseberangan.

“Bila kita perhatikan benar-benar komposisinya, kabinet ini tidak akan bisa bekerja mengimplementasikan ajaran Trisakti Bung Karno seperti yang digembar-gemborkan Jokowi dan PDIP,” ujar Ketua Front Pelopor Rachmawati Soekarnoputri.


Tim ekonomi yang dipimpin Sofyan Djalil tidak mencerminkan semangat ekonomi Trisakti.

“Tim ekonomi memperlihatkan kebijakan pemerintah nanti tetap market oriented dan menjunjung prinsip liberalisme ekonomi yang berpotensi merugikan rakyat banyak,” ujar Rachma dalam perbincangan dengan redaksi.

Dia juga mengatakan, track record tokoh-tokoh di tim ekonomi memperlihatkan kecenderungan kabinet akan bekerja demi kepentingan asing yang ingin menguasai aset negara.

“Saya juga menduga ada upaya memanipulasi rekomendasi KPK dan PPAT, dengan tetap memasukkan orang-orang yang puya catatan kuning dan merah ke dalam kabinet,” sambungnya.

Dia juga mengatakan, penyusunan kabinet adalah hak prerogatif Presiden. Namun, publik sudah mengetahui bahwa ada beberapa nama di dalam kabinet Jokowi yang ternyata punya persoalan hukum dan tersangkut masalah korupsi.

“Berarti, patut diduga Istana jadi sarang yang melindungi pelaku korupsi,” demikian Rachma. [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya