Berita

Menlu Korsel Yun Byung-se dan Menlu As John Kerry/xinhua

Dunia

AS dan Korsel Desak Korut Kembali ke Six Party Talks

SABTU, 25 OKTOBER 2014 | 11:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat dan Korea Selatan sepakat untuk mendesak Korea Utara agar mau kembali ke pembicaraan enam pihak atau dikenal dengan istilah six party talks demi membahas masalah progman nuklirnya.

"Para menteri sepakat bahwa denuklirisasi Korea Utara sangat penting untuk perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat John Kerry dan Menlu Korea Selatan Yun Byung-se dalam penyataan bersama yang dibuat usai menggelar pertemuan di Washington (Jumat, 24/10) dikutip Xinhua.

Pernyataan bersama dua menlu negara sekutu itu juga mendesak agar Korea Utara kembali ke meja perundingan untuk membahas denuklirisasi Semenanjung Korea.


Sementara itu Kerry menegaskan, bahwa pihaknya membuka diri untuk berdialog dengan Korea Utara. Namun Kerry sendiri agaknya mengesampingkan kehadiran ribuan militer Amerika Serikat di Asia terutama di Korea Selatan yang menjadi salah satu penghalang keberlanjutan dialog dan perundingan.

Perlu diketahui, six party talks merupakan perundingan yang melibatkan enam negara yakni Korea Utara, Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Rusia, dan Amerika Serikat. Perundingan yang dinisiasi oleh Tiongkok sejak tahun 2003 lalu itu dibuat dengan tujuan mencari solusi bagi Semenanjung Korea.

Namun perundingan itu terhenti sejak tahun 2008. Amerika Serikat menolak memulai kembali perundingan kecuali Korea Utara menghentikan program nuklirnya terlebih dahulu. Sedangkan Korea Utara menilai, sikap bermusuhan Amerika Serikat merupakan ganjalan utama untuk memulai kembali perundingan.

Pertemuan kedua menlu itu juga membahas soal rencana penundaan pengiriman pasukan kontrol Amerika Serikat ke Korea Selatan yang semula dijadwalkan akan dilakukan pada tahun 2015. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya