Berita

peta semenanjung sinai/net

Dunia

Mesir Berlakukan Tiga Bulan Keadaan Darurat di Semenanjung Sinai

SABTU, 25 OKTOBER 2014 | 11:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mesir mendeklarasikan keadaan darurat negara di wilayah utara dan pusat Semenanjung Sinai.

Dewan Pertahanan Nasional Mesir mendeklarasikan keadaan darurat yang berlaku mulai hari ini (Sabtu, 25/10) hingga jangka waktu tiga bulan ke depan di wilayah yang berbatasan dengan Israel dan Jalur Gaza di bagian utara Semenanjung Sinai.

Dewan yang dikepalai oleh Presiden Mesir Abdel Fatah el-Sisi itu juga memutuskan untuk memberlakukan jam malam selama periode darurat itu di sejumlah wilayah yang diberlakukan keadaan darurat mulai pukul 7 malam hingga 7 pagi.


Bukan hanya itu, Associated Press juga mengabarkan bahwa Mesir menutup satu-satunya perbatasan Rafah yang menghubungkan Mesir dengan Gaza.

Keputusan itu diambil di tengah situasi keamanan yang kurang kondusif di Mesir pasca tergulingnya Presiden Mohamed Morsi tahun lalu. Sejak saat itu, serangkaian aksi terorisme maupun serangan kerap kali terjadi dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Serangan terbaru terjadi pada Jumat sore (24/10), di mana sebuah mobil bom bunuh diri meledak di pos pemeriksaan militer Karm al-Qawadeis, di sebelah barat daya Sheikh Zuweid, Sinai. Setelah itu kelompok militan menyerbu pos dengan senjata dan granat. Akibatnya 30 orang tentara tewas dan 28 lainnya luka-luka, beberapa di antaranya berada dalam keadaan kritis.

Hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggungjawab atas kejadian itu.

Sementara itu Mesir memberlakukan tiga hari berkabung atas kejadian mematikan itu.

Menyusul serangan, Dewan Keamanan PBB merilis pernyataan yang mengecam aksi penyerangan tersebut.

"Para anggota Dewan Keamanan menggarisbawahi perlunya untuk membawa pelaku, penyelenggara, pemodal dan sponsor dari serangan teroris ini ke pengadilan," kata pernyataan itu. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya