Berita

ilustrasi dirty war/net

Dunia

Terkait Dirty War, 15 Orang Dihukum Seumur Hidup

SABTU, 25 OKTOBER 2014 | 11:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengadilan Argentina menjatuhi hukuman kurungan penjara seumur hidup bagi 15 orang atas kasus penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan puluhan pembangkang selama pendudukan diktator tahun 1976 hingga 1983 atau yang dikenal juga dengan istilah "Dirty War".

Associated Press (Jumat, 24/10) mengabarkan, 15 orang yang dijatuhi hukuman itu terdiri dari mantan militer, polisi, serta pejabat sipil pada masa itu.

Dalam kasus serupa, pengadilan juga menjatuhi empat orang lainnya dengan hukuman kurungan penjara antara 12 hingga 13 tahun. Sedangkan dua orang lainnya dinyatakan bebas.


Perlu diketahui, Dirty War adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada kampanye pemerintah Argentina selama tujuh tahun (1976-1983) untuk melawan pembangkang politik. Pada periode itu, militer dan pasukan keamanan melakukan aksi kekerasan serta penculikan kepada gerilyawan sayap kiri, aktivis politik, dan siapapun yang diyakini terkait dengan sosialisme.

Di antara para korban kekerasan termasuk di antaranya adalah serikat pekerja, mahasiswa, wartawan, serta penganut ajaran Marxis. Banyak di antara mereka yang menghilang secara misterius di malam hari. Mereka diculik dan di bawa ke pusat rahasis pemerintah di mana mereka disiksa sebelum akhirnya dibunuh. Orang-orang ini dikenal sebagai "los desaparecidos" atau "hilang". [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya