Berita

arief poyuono/net

Politik

Gerindra Ingatkan Jokowi Tegas dan Tak Takut Intervensi

JUMAT, 24 OKTOBER 2014 | 20:09 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Presiden Joko Widodo (Jokowi) diingatkan untuk tegas dan tidak takut dengan intervensi dalam menentukan menteri-menteri kabinetnya. Beredar kabar selain dari PDIP dan Megawati Soekarnoputri, tekanan besar juga dilakukan oleh timses dan tim fund raising Jokowi-JK saat Pilpres lalu.

"Jokowi harus mengambil langkah tegas, karena hak memilih dan mengangkat menteri adalah hak prerogatif presiden,"  ujar Wakil Ketua Umum Gerinda, Arief Poyuono, kepada sesaat lalu (Jumat, 24/10).

Kalau di awal pemerintahan Jokowi tidak tegas dalam menggunakan hak prerogatifnya, menurut Arif, maka harapan hadirnya pemerintahan yang kuat untuk mewujudkan program-program kerakyatan yang dijanjikan saat kampanye bisa jadi akan berantakan. Apalagi, dia menduga, tekanan disampaikan kepada Jokowi karena calon-calon menteri 'pegangan' mereka banyak ditolak akibat terindikasi kasus korupsi.


"Jokowi JK tidak perlu ewuh pakewuh atau takut pada partai pendukung dan timsesnya selama langkah yang diambil untuk kemajuan bangsa," papar Arif.

Lebih dari itu, katanya yakin, Gerindra dan koalisinya juga bisa dijadikan partner oleh Jokowi-JK dalam menjalankan pemerintahannya, sehingga bisa terbentuk pemerintahan yang kuat.

"Gerindra tentu membuka pintu selebar-lebarnya untuk Jokowi bergabung dengan KMP karena dari segi kekuatan politik KMP lebih kuat di parlemen," pungkas Arif.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya