Berita

Kuntoro Mangkusubroto

Politik

Kuntoro Mangkusubroto Tutup Akses Relawan ke Jokowi?

KAMIS, 23 OKTOBER 2014 | 20:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Kuntoro Mangkusubroto, disebutkan cawe-cawe dalam pembentukan kabinet Joko Widodo.

Dia juga disebutkan ikut menutup akses relawan ke Jokowi. Salah satu pintu masuk tradisional untuk mengakses Jokowi kini dikuasai Kuntoro.

Dengan demikian, relawan kesulitan untuk memberikan masukan mengenai figur calon menteri yang pas dan sejalan dengan keinginan Jokowi membangun pemerintahan pro rakyat berdasarkan prinsip Trisakti.


"Jadi tidak heran bila banyak nama yang disebut-sebut dalam daftar menteri Jokowi sama sekali tidak punya track record Trisakti," ujar seorang relawan dalam pertemuan di rumah seorang tokoh nasional di Jakarta, Kamis petang.

Seorang ekonom yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan dirinya tidak kaget mendengar informasi itu. Menurut mantan anggota DPR RI itu Kuntoro adalah salah satu simpul utama kekuatan kaum neoliberalis di Indonesia.

Kuntoro bukan sosok yang asing dalam pemerintahan Indonesia. Dia dipercaya mantan Presiden Soeharto menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk periode yang singkat yakni antara Maret 1998 hingga Mei 1998.

Di masa pemerintahan BJ Habibie, Kuntoro juga dipercaya sebagai Menteri ESDM hingga Habibie turun pada Oktober 1999.

Ketika Abdurrahman Wahid berkuasa, Kuntoro pernah menjabat sebagai Dirut PLN antara 2000 hingga 2001. Dia dicopot dari posisi itu karena tidak mampu mengatasi krisis PLN ketika itu dan digantikan Eddie Widiono.

Setelah bencana Tsunami Aceh pada Desember 2004, Kuntoro kembali ke gekanggang. Kali ini dia dipercaya Presiden SBY memimpin Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh hingga 2009.

Sejak Oktober 2009 Kuntoro dipercaya memimpin UKP4 yang melanjutkan lembaga sebelumnya, Unit Kerja Presiden bidang Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R).

Kuntoro juga dinilai memiliki peran besar di balik UU Migas yang sangat neolib dan membela kepentingan asing. Menurut sebuah dokumen dari Kedubes AS pada Agustus 2008 disebutkan bahwa adalah Kuntoro yang di awal 1999 meminta bantuan USAID mereview draf RUU Migas.

Pemerintah AS menyiapkan dengan serius upaya menggolkan draf RUU itu termasuk di dalamnya dengan menggelontorkan dana dalam jumlah cukup besar dan tim asistensi.

Tapi draf itu baru lolos menjadi UU Migas setelah Abdurrahman Wahid jatuh dan digantikan Megawati Soekarnoputri. [dem]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya