Berita

ilustrasi kapal selam kelas Kilo tipe Project 636/net

Dunia

Inilah Kapal Selam Rusia yang Mau Dibeli Jokowi

KAMIS, 23 OKTOBER 2014 | 15:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia siap memasok kapal selam Kelas Kilo tipe Project 636 ke Indonesia. Hal itu mencuat dalam pertemuan antara Menteri Industri dan Perdagangan Rusia Denis Manturov dengan Presiden Indonesia Joko Widodo di Istana Merdeka Selasa lalu (21/10).

Indonesia saat ini hanya memiliki dua kapal selam buatan Jerman, yakni KRI Cakra (401) dan KRI Nanggala (402).

Menurut Direktur Eksekutif Think and Act for National Defense (Tandef) Khairil Azmi, kapal selam diesel-listrik Project 636 buatan Rusia itu kerap disebut "Black Hole" oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Pasalnya, kapal selam itu memiliki kemampuan untuk beroperasi dengan suara sangat lemah sehingga kehadirannya nyaris tidak diketahui.


Kapal selam Project 636 itu dirancang untuk melakukan perlindungan pangkalan Angkatan Laut (AL) dengan anti-submarine warfare (ASW) dan anti-surface-ship warfare (ASuW). Selain itu, kapal selam juga dirancang untuk melakukan instalasi wilayah pesisir dan jalur laut, serta pengintaian umum dan patroli misi.

Dalam tulisannya berjudul "Kilo Class (Project 636) Diesel-Electric Submarine, the Black Hole", Khairil menyebut, kapal selam itu terdiri dari enam kompartemen kedap air yang dipisahkan oleh sekat-sekat melintang di dalam sebuah double-hull bertekanan. Double-hull merupakan desain lambung kapal dan metode konstruksi di mana bagian bawah dan sisi kapal memiliki dua lapisan lengkap dari permukaan lambung yang kedap air. Lapisan pertama berfungsi sebagai lambung normal pesawat sedangkan lapisan kedua membentuk penghalang bagi air laut yang masuk berlebihan bila terjadi kerusakan atau kebocoran lambung.

Dengan desain tersebut, Project 636 merupakan kapal selam dengan tingkat kemampuan bertahan yang tinggi bila mengalami kebocoran.

Dalam kapal selam itu, sistem komando dan pengendalian serta sistem pengendalian kebakaran terletak di ruang kontrol utama yang tertutup dari kompartemen lainnya.

Project 636 sendiri merupakan pembaharuan dari kapal selam tipe sebelumnya, yakni Project 877EKM. Dalam Project 636 ini, ada sejumlah pembaharuan yang dibuat baik dari segi peningkatan jangkauan, daya tembak, karakteristik, visual, maupun kemampuan spesifik lainnya.

Dari segi bentuk, Project 636 memiliki bentuk lambung yang lebih panjang dari Project 877EKM. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan kekuatan diesel-generator yang juga memberikan peningkatan dukungan pada penyerapan goncangan dan mengurangi dua kali lipat kecepatan poros penggerak utama. Karena pembaharuan ini, kecepatan dan daya tahan Project 636 memiliki tingkatan yang lebih bagus. Di sisi lain, kebisingan kapal selam pun menurun.

Selain itu, Project 636 dilengkapi dengan enam buah tabung torpedo berukuran 533 mm yang diletakkan di depan hidung kapal selam dengan 18 torpedo, enam diantaranya berada di dalam tabung dan 12 lainnya disimpan di rak penyimpanan.

Dua tabung torpedo dirancang untuk menembakan torpedo remote control dengan akurasi yang sangat tinggi. Sementara itu, seluruh tabung torpedo dikendalikan dengan sistem komputerisasi yang dapat beroperasi cepat. Hanya dibutuhkan sekitar 15 detik untuk membuat tabung torpedo dalam keadaan siap menembak. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya