Berita

despen ompusunggu

Politik

Partai Pendukung Diminta Lebih Arif dan Bijaksana

KAMIS, 23 OKTOBER 2014 | 13:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai-partai pendukung Joko Widodo dan Jusuf Kalla diminta bersikap arif dan bijaksana, serta memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Jokowi dan JK dalam menyusun kabinet juga dalam menyusun nomenklatur kementerian.

Bagaimanapun juga, ujar fungsionaris Partai NasDem, Despen Ompusunggu, rakyat kini menunggu bukti, bukan lagi sekadar janji.

Menurut Despen, upaya Jokowi melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) patut diapresiasi. Itu adalah bukti bahwa Jokowi tetap setia dan komit atas sikap anti korupsi yang selalu digelorakan selama kampanye pemilihan presiden.


“Jokowi tidak ingin melibatkan orang-orang bermasalah di jajaran kabinet,” ujarnya.

Sambung Despen, jika proses tersebut justru menghambat proses politik dan mengganggu momentum menjaga harapan publik, itu berarti tim transisi yang mendampingi selama ini telah gagal bekerja mencari fihur untuk mengisi porto folio menteri.

"Tim transisi pimpinan Rini Soemarno harus mengakui kegagalan ini, dan tidak usah berdalih mencari alasan aneh-aneh,” kata Despen lagi.

Seharusnya, Rini Cs menyadari dampak politik dan aspek konstitusi sesuai amanat UU Kementerian Negara bila mengusulkan perubahan nomenklatur kementerian. Juga seharusnya telah mempertimbangkan sikap partai-partai pendukung terkait nama-nama yang akan diangkat menjadi menteri. [dem]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya