Berita

ilustrasi pasukan penjaga perdamaian pbb/net

Dunia

Gabung ke Misi PBB, Tiongkok Siap Kirimkan 700 Pasukan ke Sudan Selatan

KAMIS, 23 OKTOBER 2014 | 11:01 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekitar 700 pasukan penjaga keamanan Tiongkok akan bergabung dengan misi PBB di Sudan Selatan awal tahun depan.

"Batalyon Tiongkok belum berada di sana (Sudan), tapi kita memiliki perusahaan teknik di Tiongkok dan kita juga memiliki rumah sakit tingkat 2 Tiongkok," kata utusan khusus PBB untuk Sudan Selatan Ellen Margrethe di New York (Rabu, 22/10) dikutip Reuters.

Ia menyebut, saat ini telah ada 10.488 pasukan yang dikerahkan di Sudan Selatan. Misi khusus PBB di Sudan Selatan memandatkan untuk setidaknya ada 12.500 pasukan penjaga perdamaian di negara yang baru memerdekakan diri dari Sudan tahun 2011 lalu. Sejak saat itu ada sengketa kekuasaan antara Presiden Salva Kiir dan mantan wakilnya Riek Machar.


Sejak saat itu, terjadi konflik antara dua kubu pendukung tokoh tersebut yang menewaskan lebih dari 10 ribu orang dan menyababkan satu juta orang melarikan diri dari rumahnya. Bukan hanya itu, bahkan sekitar 11 juta orang saat ini hidup kelaparan di Sudan Selatan.

Margrethe menjelaskan, pihaknya mencoba agar bantuan baik pasukan ataupun peralatan bisa dikerahkan sebelum akhir tahun ini.

"Kabar terakhir yang saya dengar, tidak akan (dikerahkan) hingga awal tahun tapi kami mencoba untuk menarik semua pasukan dari negara-negara yang berkontribusi termasuk Tiongkok, Ethiopia, Rwanda dan lainnya untuk memberikan pasukan dna peralatan yang mereka miliki lebih awal," sambungnya.

Tiongkok bulan lalu telah mengumumkan akan mengirimkan pasukan untuk melindungi warga sipil di tengah konflik yang masih terjadi di Sudan Selatan. Ini adalah kali pertama Tiongkok memberikan kontribusi batalyonnya dalam jumlah besar ke misi pernjaga perdamaian PBB. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya