Berita

tiananmen/net

Dunia

Pariwisata Tiongkok Berupaya Bangkit di Tengah Masalah Polusi Udara

RABU, 22 OKTOBER 2014 | 14:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sektor pariwisata Tiongkok masih berjuang untuk bangkit kembali di tengah kekhawatiran wisatawan asing atas sejumlah isu, salah satunya adalah soal polusi udara yang buruk.

Menurut sebuah laporan terbaru dari China Tourism Academy, jumlah wisatawan asing yang datang ke Tiongkok pada tahun 2013 lalu mencapai sekitar 129 juta, turun sekitar 2.51 persen dari tahun sebelumnya.

Sekitar 75.4 persen wisatawan asing mengaku puas dengan kunjungan mereka pada tahun 2013. Jumlah terseut menurun 11.41 persen dari tahun sebelumnya. Sebagian besar wisatawan asing mengaku kecewa dengan sejumlah hal seperti pasokan air, kualitas udara, dan fasilitas bebas hambatan lainnya.


"Sejak kuartal pertama tahun 2012, jumlah turis asing menurun dan belum terlihat tanda-tanda akan kembali pulih," kata kepala China Tourism Academy, Dai Bin dikutip China Daily.

Ia menyebut, pasar turisme Tiongkok saat ini berada pada situasi buruk yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Selain situasi ekonomi dan hubungan internasional, masalah cuaca, lingkungan dan terorisme telah memberikan bayangan buruk pada industri pariwisata," sambungnya.

Penurunan jumlah wisatawan asing juga diamini oleh wakil general manager sebuah pelayanan online di Shanghai, Lymama, Jia Zhirong. Ia menyebut, pihaknya mencatat ada penurunan, baik dari jumlah wisatawan asing dan jumlah uang yang mereka habiskan di Tiongkok.

"Mayoritas klien kami berasal dari Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat dan Kanada," kata Jia.

"Pada tahun 2011, pengeluaran rata-rata di Tiongkok untuk setiap wisatawan luar negeri adalah sekitar 2.000 dolas AS, tidak termasuk transportasi dan akomodasi," lanjutnya.

Ia menilai, salah satu alasan penurunan itu adalah masalah polusi udara.

"Pengunjung dari luar negeri tidak akan mempertimbangkan untuk pergi ke tujuan wisata dengan potensi resiko kesehatan," ujar Jia.

Selain mengganggu kesehatan, polusi udara di Beijing dan sejumlah kota lainnya di Tiongkok juga mengurangi kenyamanan wisatawan asing untuk menikmati sejumlah destinasi wisata. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya