Berita

ilustrasi anak korban kekerasan/net

Dunia

UNICEF: Satu Anak Tewas Tiap Lima Menit Karena Kekesaran

SELASA, 21 OKTOBER 2014 | 16:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Setiap lima menit setidaknya ada satu anak yang tewas akibat mengalami penyiksaan di seluruh dunia.

Begitu bunyi laporan badan PBB yang menangani masalah anak-anak UNICEF seperti dikabarkan BBC (Selasa, 21/10).

Dalam laporan berjudul "Children in Danger: Act to End Violence against Children" itu disebutkan bahwa sebagian besar anak-anak yang tewas akibat mengalami kekerasan berada di luar zona perang.


Disebutkan bahwa saat ini terdapat jutaan anak-anak di bawah usia 20 tahun yang tidak merasa aman bahkan ketika berada di rumah, sekolah, ataupun masyarakatnya. Mereka mengalami tindak kekerasan dari pihak-pihak yang seharusnya melindungi.

Sejumlah penyebab tingginya tingkat kekerasan anak itu, kata UNICEF, antara lain adalah pertumbuhan urbanisasi yang cepat, pengangguran muda, dan meningkatnya kesenjangan sosial.

UNICEF memperingatkan, ada sekitar 345 anak di bawah usia 20 tahun yang bisa saja tewas setiap hari sepanjang tahun depan bila pemerintah seluruh dunia tidak mengambil tindakan tegas.

Laporan itu menyebutkan, anak-anak yang menjadi korban kekerasan mememiliki aktivitas otak serupa dengan tentara yang memiliki pengalam buruk dengan medan perang. Sekitar 30 persen anak-anak yang mengalami tindak kekerasan akan mengalami gejala gangguan pasca trauma dalam jangka panjang.

"Kita ingin agar anak-anak yang hidup dalam ketakukan memiliki kesempatan untuk merasakan aman dan nyaman," kata eksekutif direktur UNICEF Inggris David Bull.

"Sebuah target global akan menggembleng tindakan untuk membuat dunia lebih aman untuk anak-anak," sambungnya sambil menambahkan bahwa UNICEF memiliki target untuk mengakhiri segala bentuk kekerasan terhadap anak-anak pada tahun 2030 mendatang. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya