Berita

serangan israel di jalur gaza beberapa bulan lalu/net

Dunia

Konflik Gaza Menambah Lesu Pertumbuhan Ekonomi Israel

SELASA, 21 OKTOBER 2014 | 16:07 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pertembuhan ekonomi Israel diperkirakan melemah pada tahun ini dan diperburuk dengan konflik bersenjata yang terjadi antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza beberapa waktu waktu lalu.

Israel diperkirakan hanya akan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 2.2 persen pada tahun 2014 ini.

Begitu prediksi Badan Pusat Statistik Israel dalam sebuah laporan (Senin, 20/10). Dalam laporan disebutkan, angka pertumbuhan itu merupakan yang terendah bagi Israel selama kurun waktu lima tahun terakhir.


Perkiraan awal itu menjadi tanda penurunan secara siginifikan perekonomian Israel dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2013 Produk Domestik Bruto (GDP) Israel tercatat hanya tumbuh sebesar 3.2 persen. Sedangkan pada tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 3 persen.

Perkiraan itu didasarkan pada tanda-tanda adanya perlambatan ekonomi Israel. Pada paruh pertama tahun 2014, Produk Domestik Bruto (PDB) Israel tumbuh sebesar 2.5 persen.

Akan tetapi akibat kampanye militer dan serangan udara yang dilakukan oleh militer Israel ke Jalur Gaza selama 50 hari beberapa bulan lalu menyebabkan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi sebesar 0.3 persen. Perlambatan itu terutama akibat lesunya ekspor Israel.

Bukan hanya itu, dikutip Xinhua, konflik Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza yang baru berakhir dengan perjanjian gencatan senjata 26 Agustus lalu itu juga menyebabkan pemerintah Israel kehilangan dana sekitar 2.2 triliun dolar AS.

Pertumbuhan ekonomi Israel diperkiraka akan semakin lambat pada paruh kedua tahun 2014, tertutama disebabkan oleh kontraksi di sektor pariwisata. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya