Berita

Gough Whitlam/net

Dunia

Mantan PM Australia Kontroversial ini Tutup Usia

SELASA, 21 OKTOBER 2014 | 13:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan Perdana Menteri Australia Gough Whitlam wafat di usia 98 tahun hari ini (Selasa, 21/10).

Lewat sebuah pernyataan, keluarga Whitlam menyebut, ia meninggal dunia di Sydney. Jasadnya akan dikremasi dan akan diadakan upacara peringatan publik.

Pemimpin yang dikenal kontroversial itu menduduki kursi Perdana Menteri Australia antara tahun 1972 hingga 1975. Semasa kepemimpinannya, ia melakukan reformasi, inovasi legislatif dan sosial melalui kebijakannya dalam sejumlah sektor. Pada saat itu kebijakannya kerap dinilai radikal, namun saat ini kebijakan itu diterima dalam kehidupan sehari-hari.


Sejumlah kebijakan Whitlam pada saat itu di antaranya adalah memperkenalkan pendidikan universitas gratis, menghapuskan hukuman mati, serta memungkinkan imigran yang tidak berkulit putih untuk masuk ke Australia.

Selain itu, Whitlam juga merupakan pemimpin Australia pertama yang mengunjungi Tiongkok dan membangun hubungan diplomatik hingga saat ini dapat berkembang menjadi kemitraan strategis perdagangan.

Perdana Menteri Australia saat ini Tony Abbott menyebut, dengan jasanya di masa lalu, Whitlam meninggalkan warisan abadi. Demi mengenangnya, hari ini seluruh Australia mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung.

"Saya pikir adil untuk mengatakan, terlepas dari politik seseorang, bangsa ini telah kehilangan legenda," kata pemimpin partai oposisi Australia Bill Shorten dikutip BBC.

Whitlam yang sempat memimpin Partai Buruh diketahui memenangi pemilihan pada Desember 1972 lalu. Ia terkenal dengan tagline kampanyenya "It's the Time". [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya