Berita

Din Syamsuddin

Wawancara

WAWANCARA

Din Syamsuddin: Masyarakat Bawah Mudah Bersatu Kalau Sikap Elitenya Juga Bersatu

SELASA, 21 OKTOBER 2014 | 08:52 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin siap menghadiri pelantikan Jokowi-JK menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019, di Gedung DPR/MPR, Jakarta.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu merasa se­nang. Sebab, pelantikan presiden ketujuh Indonesia itu dijadikan momentum untuk pertemuan para elite bangsa.

’’Kami mengapresiasi langkah cepat-tepat pimpinan MPR ini yang melakukan komunikasi ke­pada tokoh-tokoh bangsa,” kata Din Syamsuddin saat ditemui di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat.


“Makanya saya  akan hadir karena yang mengundang adalah sahabat saya dan pimpinan lembaga tinggi negara,” tambah Din.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bagaimana kesan Anda diundang pimpinan MPR dalam pelantikan Jokowi-JK?
Saya sejak awal ingin hadir da­lam pelantikan presiden dan wa­kil presiden terpilih. Unda­ngan yang diberikan pimpinan MPR ini merupakan perintah langsung yang diberikan kepada saya untuk hadir.

Apa tanggapan Anda soal pimpinan MPR yang mengun­jungi para tokoh bangsa?
Saya kira itu bagus. Tujuannya un­tuk mencairkan suasana po­li­tik. Sebab, langkah itu penting di tengah terbelahnya elemen bang­sa yang bersifat negatif, sehingga diperlukan perekatan kembali.

Saya apresiasi langkah cepat  yang dilakukan pim­pinan MPR berkoordinasi dengan tokoh-tokoh bangsa. 20 Oktober 2014 (hari ini) menjadi poin penting bagi bangsa Indonesia.

Kenapa?

Meski tidak lagi sebagai lem­baga tertinggi negara, saya me­nilai MPR memiliki peran stra­tegis sebagai pengayom dan pe­re­kat bangsa serta menjadi kekua­tan penengah dan perantara ke­kuatan-kekuatan yang ada.

Bagaimana penilaian Anda dengan pimpinan MPR?

Ketua MPR Zulkifli Hasan telah berhasil menciptakan suatu tradisi politik yang baik. Telah mencairkan suasana politik yang sempat beku akibat persaingan dalam perebutan kekuasaan di pemerintahan.

Komentar Anda terkait kete­gangan para elite politik dalam memperebutkan kekua­saan?
Selama ini yang selalu menim­bul­kan ketegangan adalah para elite politik yang berusaha mem­pere­but­kan kekuasaan. Masya­rakat pada tingkat bawah akan lebih mudah untuk bersatu apa­bila pada ting­ka­­tan atas atau pada level elite su­dah lebih dulu me­nun­jukkan sikap per­satuan. Kondisi sekarang ini ber­kah yang tidak terduga. Dua koa­lisi be­sar dengan perbedaan besar, khu­sus­­nya di legislatif, bisa membuka diri, Insya Allah bersatu menuju In­donesia lebih baik.

Harapan Anda?

Saya mendukung penuh serta ber­harap semua dapat memersa­tu­kan bangsa yang saat ini teran­cam dilanda perpecahan akibat kisruh politik. Saya ikut bangga dengan lang­kah cepat pimpinan MPR. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya