Berita

yuko obuchi/japan times

Dunia

Diduga Selewengkan Dana Kampanye, Menteri Ekonomi Jepang Mengundurkan Diri

SENIN, 20 OKTOBER 2014 | 11:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Yuko Obuchi mengundurkan diri dari jabatannya di tengah kontroversi soal dugaan penyelewengan dana kampanye yang dilakukannya.

Obuchi yang merupakan putri mantan Perdana Menteri Jepang Keizō Obuchi itu mengumumkan pengunduran dirinya setelah bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pagi tadi (Senin, 20/10). Abe sendiri telah menerima pengunduran diri Obuchi.

Ia diduga telah menggunakan dana dari kelompok dukungan politik dan donasi lainnya untuk keperluan pribadi dan tidak terkait dengan kinerjanya di dunia politik.


Dalam konferensi persnya, Obuchi menyebut bahwa investigasi soal dugaan penyalahgunaan dana masih tengah dilakukan. Ia mengaku hal itu akan mengganggu tugasnya sebagai menteri. Karena itulah ia memilih untuk mengundurkan diri.

"Dengan mengundurkan diri, saya ingin memfokuskan semua upaya saya dalam penyelidikan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sehingga saya dapat menjelaskan (apa yang sebenarnya terjadi)," kata Obuchi dikutip Japan Times.

"Saya minta maaf, sebagai anggota dari kabinet Abe karena gagal memberikan kontribusi apapun untuk menghidupkan kembali perekonomian atau membawa masyarakat di mana perempuan bersinar dan isu-isu lainnya," sambungnya sambil menitikan air mata.

Kendati demikian, Obuchi mengatakan dia tidak akan mengundurkan diri sebagai anggota parlemen sambil akan tetap bertanggung jawab dalam penyelidikan tuduhan yang menimpa dirinya.

Sementara itu, Abe dikabarkan telah menunjuk menteri urusan internal Sanae Takaichi untuk mengemban tugas yang ditinggalkan Obuchi sementara hingga menteri baru resmi dilantik. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya