Berita

raden priyono:net

Politik

Raden Priyono dan Kuntoro Corong Mafia Migas di Indonesia!

MINGGU, 19 OKTOBER 2014 | 01:47 WIB | LAPORAN:

Mantan Kepala BP Migas (sekarang SKK Migas, red), Raden Priyono adalah corong yang membuka pintu bagi mafia migas yang ada di Indonesia. Dia membuka pintu bagi mafia migas mulai dari hulu sampai ke hilir.

Begitu dikataka aktivis dari Aliansi Muda untuk Demokrasi (Almud), Agus Harta dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke redaksi, Sabtu (18/10).

Dia tekankan, apabila Raden Priyono masuk dalam jajaran kabinet Jokowi-JK, Almud akan terus mendesak aparat penegak hukum untuk
mengungkap berbagai proyek yang diduga melibatkan Raden Priyono. Adapun Raden Priyono kencang disebut akan menjabat Menteri ESDM.

mengungkap berbagai proyek yang diduga melibatkan Raden Priyono. Adapun Raden Priyono kencang disebut akan menjabat Menteri ESDM.

"Usut tuntas Proyek penyewaan kapal Joko Thole hingga perpindahan kantor BP Migas yang sekarang bernama SKK Migas di Wisma Mulia yang merugikan negara hingga trilyunan rupiah," tekan dia.

Nama Menteri ESDM lain yang beredar saat ini antara lain Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto. Kabar tersebut juga mendapatkan berbagai penolakan. Salah satunya dari Lingkar Studi Perjuangan (LSP).

Peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra mengatakan, Kuntoro merupakan akademisi-birokrat yang disukai oleh Amerika Serikat (AS). Sebabnya Kuntoro sangat manut kepada negara adikuasa tersebut.

"Buktinya, 29 Agustus 2008, Kedutaan Besar (Kedubes) AS mengeluarkan pernyataan resmi mengenai keterlibatan USAID mereview sebuah draft RUU Migas di Indonesia dan Kuntoro menjabat Menteri Pertambangan kala itu," terang Gede.

Dalam pernyataannya, Kedubes AS menyatakan, pemerintah Indonesia bersama USAID telah menandatangani kerjasama Strategic Grant Agreement (SOGA) yang berlaku untuk lima tahun, sekaligus mengucurkan bantuan 20 juta dolar AS. Draft RUU Migas ini kemudian kita kenal sebagai UU Migas 2001 yang kelak banyak pasalnya dijudicial review berkali-kali karena melanggar konstitusi.

"Saat Kuntoro menjadi menteri, bangsa Indonesia pernah menjual kedaulatan politiknya untuk membuat perundangan di sektor migas hanya demi duit bantuan 20 juta dolar AS," tandasnya. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya