Berita

ventilasi yang runtuh ketika konser/net

Dunia

Seorang Petugas Konser Berujung Maut Tewas Bunuh Diri

SABTU, 18 OKTOBER 2014 | 17:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang petugas yang bertanggungjawab atas keamanan konser berujung maut yang terjadi di wilayah Seongnam, Provinsi Gyeonggi Korea Selatan dikabarkan tewas bunuh diri hari ini (Sabtu, 18/10).

Kematian pria berusia 37 tahun yang disebut bernama Oh itu dikabarkan di tengah upaya kepolisian Korea Selatan dalam menginvestigasi insiden yang terjadi pada Jumat malam (17/10) itu.

Diketahui, konser terbuka yang menghadirkan salah satu girlband ternama 4Minute itu berubah menjadi insiden maut ketika sebuah ventilasi ruang bawah tanah tiba-tiba saja ambruk karena diduga tidak kuat menahan beban sekitar 30 orang yang berdiri di atasnya. Mereka memilih berdiri di atas ventilasi, karena posisinya yang lebih tinggi, sehingga dapat lebih mudah melihat panggung dengan jelas.


Puluhan penonton yang berdiri di atas ventilasi seketika jatuh ke dalam ruang bawah tanah sedalam 18.7 meter itu. Insiden itu menyebabkan sedikitnya 16 orang tewas dan 11 orang lainnya luka-luka.

Juru bicara bantuan bencana Kim Nam-Juni menyebutkan kepada wartawan, Oh bekerja dengan kelompok sponsor konser bunuh diri dengan cara melompat dari bangunan di dekat lokasi insiden pada Sabtu pagi, selang beberapa jam setelah insiden terjadi. Ia bunuh diri setelah diinterogasi oleh polisi terkait insiden itu.

Kim menjelaskan, pihak berwenang telah melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Tim gabungan dari polisi dan ahli forensik nasional menjelajahi situs pagi ini dan memeriksa ketat kisi-kisi atau struktur yang terkait," jelas Kim.

Sementara itu kepolisian setempat menyebut bahwa telah ada 15 orang yang diinterogasi terkait penyelenggara konser.

"Jika ternyata bahwa peraturan keselamatan diabaikan, kami akan membawa tuntutan pidana terhadap mereka," kata seorang pejabar polisi dikutip Asia One. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya