Berita

al aqsa/net

Dunia

Akses Dibatasi Israel, Hamas Ajak Umat Muslim Pertahankan Al Aqsa

JUMAT, 17 OKTOBER 2014 | 17:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pimpinan kelompok Hamas di Palestina, Khaled Meshaal menyerukan kepada seluruh umat Muslim di dunia untuk membela masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Seruan itu dikeluarkan setelah pasukan Israel membatasi pintu masuk bagi Palestina. Ia menyebut Israel tengah beruapaya merebut situs yang dianggap suci bagi umat Yahudi dan Muslim itu.

"Kami menyerukan kepada seluruh warga kami di dalam negeri untuk bergegas ke Al Aqsa dan mempertahankannya," kata Khaled dikutip Russia Today (Jumat, 17/10).

"Kami menyerukan kapda bangsa untuk marah dan mengirimkan pesan kemarahan yang menyakitkan kepada dunia bahwa rakyat Palestina, bangsa Arab dan Muslim tidak akan tinggal diam pada kejahatan Israel," sambungnya.


ketika ditanya apakah seruan itu dapat memicu konflik mematikan serupa dengan yang terjadi di Gaza beberapa bulan lalu itu, ia menyebut bahwa tak satupun orang di dunia ini yang menginginkan perang.

"Tapi itu hak kita untuk melawan dan melindungi hak-hak kita. Kami berada di bawah pendudukan dan telah menolak selama seratus tahun dan akan terus berlanjut," tegasnya.

Ia menggarisbawahi bahwa Al Aqsa adalah situs yang penting dan harus terhindar dari pertempuran senjata ataupun pembatasan akses.

Sebelumnya diketahui, pasukan Israel memutuskan untuk membatasi warga Palestina yang akan memasuki Al Aqsa. Hanya warga Palestina yang berusi di atas 50 tahun yang boleh memasuki salah satu situs bersejarah bagi umat Muslim itu.

Pembatan itu memicu kekhawatiran bahwa Israel akan membatasan akses ke masjid itu bagi semua Muslim.

Sementara itu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah semua asumsi itu.

"Saya berkomitmen dan Israel berkomitmen untuk mempertahankan status quo persis seperti yang telah dilakukan selama beberapa dekade," jelasnya. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya