Berita

dr. rizal ramli

Kultwit Rizal Ramli: Ada Momentum Indonesia Jadi Top Performer di Asia

JUMAT, 17 OKTOBER 2014 | 10:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Setidaknya ada tiga persoalan sulit yang akan dihadapi pemerintahan Joko Widodo yang mulai efetif berugas memimpin negara setelah dilantik pada 20 Oktober nanti.

Dari semua persoalan yang pelik itu, yang paling berbahaya adalah defisit current accounts yang dapat membuat rupiah terjun bebas hingga mencapai Rp 13.000 per dolar AS pada Desember tahun ini.

Hal ini disampaikan Rizal Ramli dalam kultwitnya beberapa saat lalu di alamat @ramlirizal. Berikut adalah kutipan utuh kultwit Rizal Ramli.


Pemerintahan baru akan menghadapi tiga masalah sulit. Pertama, oposisi yang kuat dan agresif. Tapi bisa jadi counterpart check and balance.

Kedua, warisan SBY yang bisa menjadi bom waktu, yakni quatro defisits berupa defisit perdagangan, current accounts, balance of payments dan APBN.

Media rame hanya soal APBN, padahal yang paling berbahaya adalah defisit current accounts. Ini yang akan membuat rupiah anjlok hingga Rp 13.000 per dolar AS pada Desember 2014.

Pejabat tinggi ekonomi mengerti korporasi dan projek, tapi tidak paham ekonomi makro. Bagai pilot salah pencet instrument di kokpit. Terpuruk.

Warisan quatro deficits SBY membuat makro ekonomi lampu kuning. Prioritas pemerintah baru, kembalikan kondisi fundamental ekonomi lampu hijau.

Ketiga, kekuatan ekonomi Asia seperti China dan Jepang sedang mengalami koreksi dan perlambatan. Tapi ini juga momentum untuk menjadi top performer di Asia.

APBN 2015 yang disiapkan SBY & Chatib Basri penuh jebakan Batman yang mewariskan masalah dan nyaris tidak ada ruang fiskal untuk program Jokowi.

Prioritas penting Jokowi adalah membongkar APBN 2015 yang penuh masalah dengan terobosan inovatif agar ada ruang fiskal untuk program pro-rakyat.

Perhitungan kami, dengan membuat BBM Rakyat dan prinsip subsidi silang, dan kebijakan terobosan, bisa disediakan tambahan ruang fiskal Rp 500 triliun.

Di luar APBN, revaluasi asset BUMN (Rp 450 triliun) akan meningkatkan nilainya dua hingga tiga kali lipat. Seperti yang RR (pengkultwit) lakukan di PLN tahun 2000, dan membuat aset PLN naik empat kali.

Dengan revaluasi, modal BUMN akan meningkat sangat besar, kapasitas BUMN tambah $100Milyar. Seperti China, BUMN jadi motor pembangunan RI. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya