Berita

laporan ham korea utara/rmol

Dunia

HAM KOREA UTARA

Korut Luruskan Isu Pelanggaran HAM

KAMIS, 16 OKTOBER 2014 | 19:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Isu pelanggaran HAM di Korea Utara berasal merupakan bentuk kesalahpahaman informasi dan penggiringan opini yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya untuk memojokkan Korea Utara.

"Amerika Serikat menebar manipulasi kondisi HAM Korea Utara," kata Duta Besar Korea Utara untuk Indonesia Ri Jong Ryul dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan di Kedutaan Besar Korea Utara di Jakarta (Kamis, 16/10). Pertemuan antara jurnalis dan Kedubes Korut ini terbilang langka, bahkan dapat dikatakan inilah pertemuan resmi pertama jurnalis Indonesia dengan pihak Kedubes Korea Utara setidaknya dalam satu dekade terakhir

Demi meluruskan situasi HAM tersebut, Korea Utara merilis sebuah laporan yang diberi judul "Report of the DPRK Association for Human Rights Studies" pada 13 September lalu.


Dalam laporan setebal 110 halaman itu dijelaskan secara detil, mulai dari sejarah, ideologi, hingga sistem sosial di Korea Utara. Selain itu juga dijabarkan soal standar, pengembangan, serta mekanisme perlindungan HAM yang diterapkan di Korea Utara.

Laporan itu juga memaparkan fakta yang sesungguhnya terjadi di Korea Utara terkait isu HAM, juga dijelaskan secara rinci soal hak-hak yang dimiliki oleh warga Korea Utara, mulai dari hak politik, hak sipil, hak sosio-ekomi, hak sosial-budaya, hingga hak kelompok khusus.

Dalam laporan yang sama, Korea Utara juga menunjukkan posisinya dalam upaya untuk mempromosikan HAM di level internasional serta hambatan utama dalam melakukan promosi itu.

Selaras dengan laporan tersebut, Dubes Ri menegaskan bahwa salah satu hambatan terberat dalam mempromosikan HAM Korea Utara adalah kebijakan bermusuhan (hostile) yang diterapkan Amerika Serikat.

"Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya bahkan mencoba menyeret Korea Utara ke pengadilan pidana internasional melalui Majelis Umum PBB," kata Dubes Ri.

Amerika Serikat sendiri, jelasnya, bukan negara yang bebas dari isu pelanggaran HAM.

"Kenapa Amerika Serikat tutup mata pada masalah HAM negara mereka, dan menjadikan diri mereka seolah hakim HAM," ujarnya.

Dubes Ri menilai, isu pelanggaran HAM dan nuklir digunakan Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya untuk menjatuhkan Korea Utara.

"Mereka berupaya menjatuhkan sistem sosialis dan ideologi juche Korea Utara yang merupakan filosofi persatuan negara," demikian Dubes Ri. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Dokter Tifa Buka Pintu Perawatan Imun untuk Jokowi

Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06

Eggi dan Damai SP3, Roy Suryo dan Dokter Tifa Lanjut Terus

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45

Seskab Dikunjungi Bos Kadin, Bahas Program Quick Win hingga Kopdes Merah Putih

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35

Situasi Memanas di Iran, Selandia Baru Evakuasi Diplomat dan Tutup Kedutaan

Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20

Melihat Net-zero Dari Kilang Minyak

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53

SP3 Untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Terbit Atas Nama Keadilan

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48

Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Kumuh Gangnam, 258 Warga Mengungsi

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13

Musda Digelar di 6 Provinsi, Jawa Barat Tuan Rumah Rakornas KNPI

Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12

Heri Sudarmanto Gunakan Rekening Kerabat Tampung Rp12 Miliar Uang Pemerasan

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33

Ruang Sunyi, Rundingkan Masa Depan Dunia

Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17

Selengkapnya