Berita

paus fransiskus

Dunia

Resmi, Gereja Katolik Roma "Melunak" Terhadap Homoseksualitas

SELASA, 14 OKTOBER 2014 | 04:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Majelis uskup Katolik, yang bersidang di bawah kontrol Paus Fransiskus di Vatikan, menerbitkan sebuah dokumen yang menyerukan Gereja Katolik untuk "menyambut" kaum gay, pasangan yang belum menikah dan mereka yang telah bercerai, serta anak-anak dari mereka.

Dokumen itu memang tidak mengubah doktrin dasar Katolik Roma dan pengajarannya, namun diprediksi akan menuai perdebatan sengit.

Inilah sinyal pertama bahwa gereja Katolik mengikuti arah pelayanan Paus Fransiskus dalam 18 bulan pertama kepausannya. Pelayanan ini lebih menuju pemahaman, keterbukaan dan belas kasihan.


Lebih dari 200 uskup telah mengambil bagian dalam sinode yang diselenggarakan oleh Paus Fransiskus untuk membahas isu aborsi, kontrasepsi, homoseksualitas dan perceraian, sejak 5 Oktober lalu. Demikian dilaporkan nytimes.com.

Laporan 12 halaman, ditulis oleh sebuah komite yang dipilih oleh Francis, menyatakan bahwa tanpa meninggalkan ajaran gereja pada Sakramen Perkawinan, pemimpin gereja harus mengakui bahwa ada "aspek positif dari hidup bersama". Itu berlawanan dari konsep Katolik tradisional yang lebih tegas menilai pasangan yang "hidup dalam dosa."

Dokumen itu juga mengatakan bahwa orang-orang gay memiliki sesuatu yang bisa ditawarkan kepada komunitas Kristen, dan menekankan pentingnya sikap hidup dengan saling berkorban dang salin memberikan dukungan.

Dokumen ini dibacakan kepada hampir 200 uskup yang berkumpul di sinode, namun mendapat tanggapan yang cenderung keberatan dari 41 uskup. Mereka menganggap gereja berisiko mengkhianati doktrin definitif tentang pernikahan dan homoseksualitas. Kelompok Konservatif pun menolak dokumen itu dan menyebutnya sebagai "pengkhianatan". Inilah yang menandakan bahwa perdebatan akan semakin sengit di waktu-waktu mendatang.

Laporan BBC mengatakan, keterbukaan terhadap kaum gay tidak menantang doktrin yang dipegang Gereja untuk pernikahan sesama jenis. Namun, beberapa kelompok pejuang hak-hak gay memuji hasil sinode itu sebagai terobosan.

"Apakah kita mampu menyambut orang-orang ini, menjamin kepada mereka ruang persaudaraan dalam masyarakat kita?" demikian kutipan dokumen tersebut.

Sebuah organisasi hak gay AS terkemuka, Human Rights Campaign, dan kelompok hak-hak gay yang berbasis di London, menyebut sikap ini sebagai "terobosan".

Namun Voice Of The Family, sebuah organisasi Katolik Roma konservatif, menolaknya sebagai "pengkhianatan". Ada pula yang menyebutnya "salah satu dokumen resmi terburuk yang disusun dalam sejarah Gereja". [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya