Berita

Prabowo Subianto

Wawancara

WAWANCARA

Prabowo Subianto: KMP Sudah Menjelma Menjadi Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa & Negara

SENIN, 13 OKTOBER 2014 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku tidak gentar dengan tudingan miring kepada Koalisi Merah Putih (KMP).

“KMP sudah menjelma menjadi benteng terakhir kedaulatan bangsa dan negara,” kata Prabo­wo Subianto usai syukuran KMP, di Masjid Al Bakrie, Jakarta, Jumat (10/10).

Bekas calon presiden itu me­ngetahui setiap hari selalu ada upaya menyudutkan KMP de­ngan melontarkan berbagai tu­di­ngan. Antara lain tidak demo­kra­tis, anti asing, dan semacamnya.


Berikut kutipan selengkapnya:

Apa tujuan KMP?
Kita sekarang menjadi pembe­la ideologi negara. Ada yang bi­ca­ra apa, kita tetap di jalan lurus. Jalan yang diridhoi Allah SWT.

Tanggapan Anda mengenai KMP yang tetap bertahan?
Saya bangga KMP tetap ber­tahan. Karena kami tidak me­ngagungkan budaya bohong, beli suara, sogok-menyogok, intimi­dasi, dan angkuh.

Bagimana dengan tuduhan KMP tidak demokratis?
Ya, tiap hari itu selalu ada usaha untuk menjelek-jelekan KMP. Tiap hari kami dituduh tidak demokratis, anti asing, dituduh mundur dari demokrasi. Padahal yang memperjuangkan demokrasi itu sendiri adalah orang-orang KMP.  Budaya di In­donesia yang menonjol sekarang adalah buda­ya bohong, budaya sogok me­nyogok, budaya ancam mengan­cam, budaya intimidasi, budaya sombong, budaya ang­kuh. KMP tidak seperti itu. Biar­lah mereka bicara apa. Kita bera­da di jalan benar yang diridhoi Allah SWT.

Apa yang menyebabkan KMP tetap solid?
Karena kita ini koalisi yang berdasarkan kesadaran atas ideo­logi, nggak ada unsur paksaan. Kita tidak janji-janji, kita tidak bayar duit, tidak kasih iming-iming jabatan. Alhamdulillah kita tetap bersama.

Kenapa Gerindra tidak menginginkan kursi di pim­pinan MPR?
Gerindra nggak dapat kursi di MPR karena kita tidak bicara kursi. Tapi kita bicara kepen­tingan bangsa dan rakyat.

Apa tujuan Gerindra di parlemen?
Sekarang ini, Indonesia keka­ya­an­nya diambil keluar, dicuri, ke­kayaannya tidak dinikmati rakyat, karena aset-aset bangsa di­curi oleh orang-orang yang tidak bertang­gung jawab melalui undang-undang.

Ke depan KMP akan menge­val­uasi undang-undang?
Ya benar, Insya Allah kita akan evaluasi. Sebab, banyak undang-undang yang tidak sesuai  dengan Pancasila dan UUD 1945.

O ya, saat pelantikan Joko­wi-JK nanti, apa Anda datang?
Lho, saya kan bukan pejabat. Lihat saja nanti ya.

Apa kader Gerindra akan diinstruksikan untuk datang dalam pelantikan Jokowi-JK?
Ah, itu kan masih lama. Pe­lantikannya  20 Oktober. Kita lihat nanti saja. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya