Berita

Imam Prasodjo

Wawancara

WAWANCARA

Imam Prasodjo: 2 Calon Pimpinan KPK Akan Diumumkan Setelah Diserahkan Kepada Presiden

SENIN, 13 OKTOBER 2014 | 08:07 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dua calon pimpinan KPK hasil seleksi Tim Pansel akan diumumkan ke publik setelah diserahkan kepada Presiden SBY, Senin (13/10).

“Setelah kami melakukan tes wawancara terbuka kepada enam calon pimpinan KPK, kami me­milih dua orang yang akan dise­rah­kan kepada Presiden,’’ kata Juru Bicara Panitia Seleksi (Pan­sel) Pimpinan KPK,  Imam Pra­sodjo, kepada Rakyat Mer­deka.

Seperti diketahui, Pansel Pim­pinan KPK melakukan  tes wa­wan­cara terbuka kepada enam calon, Kamis (9/10), yakni Busyro Muqoddas , Jamin Gin­ting,  I Wayan Sudirta, Ahmad Tau­fik, Robby Arya Brata, dan Subagio.


Dalam tes wawancara ini, pansel mengajukan berbagai pertanyaan yang mengkonfirmasi kepada capim mengenai infor­masi yang dihimpun dari masya­rakat.

Misalnya, mengenai indepen­den­si­nya terhadap kedekatan dengan partai politik tertentu, aset sang calon, hingga kepribadian, terutama dalam memimpin orga­nisasi dan bekerja sama.

Imam Prasodjo selanjutnya mengatakan,  setelah  diserahkan kepada Presiden,  dua calon pimpinan KPK itu akan diuji kelayakan dan kepatutan di DPR.

“DPR menentukan  siapa yang akan menggantikan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas yang ma­sa jabatannya berakhir De­sember 2014,’’ paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa anggota DPR akan obyektif dalam memilih dua calon pimpinan KPK?
Kami berharap DPR me­lihat secara objektif dalam me­nentukan pilihan calon pimpinan KPK. Jangan mengedepankan kepen­tingan golongan atau kelompok tertentu.

Bukankah DPR punya kepentingan terhadap calon pimpinan KPK?
Kalau melihat yang sudah terjadi, tentu ada berbagai macam kepentingan di sana. Sebab, DPR merupakan lembaga politik yang membawa kepentingan. Namun, alangkah lebih baiknya jika DPR mengedepankan kepentingan bangsa dan negara untuk membe­rantas korupsi.

Apa tidak khawatir DPR melemahkan KPK?
Hampir semua orang akan kha­watir jika power KPK dilemah­kan. Kami pun demikian. Karena KPK merupakan lembaga super power yang sangat ampuh dalam memberantas korupsi. Semoga DPR mengedepankan kepen­tingan bangsa dan negara.

Apakah ada pihak yang mem­engaruhi pilihan pansel?
Tidak ada yang mencoba meng­goda kami. Lagipula kami tidak melihat ada calon titipan atau pesanan dari pihak tertentu. Sebab, kami punya kode etik, siapa pun yang mendapat tele­pon mengenai pansel harus menyam­paikannya dalam rapat.   

Bagaimana dengan pansel sebelumnya?
Pansel yang sebelumnya sem­pat menerima telepon dari bebe­rapa pihak. Ada memberi saran dan mencari informasi kepada pansel. Namun, pansel tetap menjunjung tinggi kode etik.

O ya, apa ada kesulitan da­lam memilih keduanya?

Tentu ada. Kami berhasil me­milih calon pimpinan yang relatif paling sesuai dengan kriteria. Semua calon ada plus minusnya. Mi­salnya, orang yang cukup punya integirtas dan komitmen, tapi agak sedikit diragukan inde­pedensinya.

Pansel mencari calon pimpinan KPK dengan empat kriteria uta­ma, yakni jiwa kepemimpinan (lea­dership), integritas, kom­petensi, dan independensi.

Adakah beda pendapat antar anggota pansel?
Relatif tidak ada perdebatan yang sengit. Kami semuanya mem­punyai kesamaan panda­ngan kepada kedua calon terse­but. Namun, rasa kekhawatiran itu pasti ada.

Karena kedua orang yang kami pilih pasti ada kele­bihan dan ke­kurangannya. Mu­dah-muda­han bisa lebih me­non­jolkan kelebihan dan memper­baiki kekurangan yang ada.

Harapan Anda?
Kami berharap siapapun yang terpilih bisa  berbaur dengan pim­pinan KPK lainnya dan mem­bawa efek positif bagi pem­berantasan korupsi. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

IPW Dinilai Tidak Netral soal Evaluasi Pelaku Tambang Nikel

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:47

Megawati Kirim Bunga Buat HUT Gerindra sebagai Tanda Persahabatan

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:33

Tiga Petinggi PN Depok dan Dua Pimpinan PT Karabha Digdaya Resmi jadi Tersangka

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:13

Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:37

Gerindra Sebar Bibit Pohon Simbol Keberlanjutan Perjuangan

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:25

Gus Yusuf Kembali ke Dunia Pesantren Usai Mundur dari PKB

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:15

Bahlil Siap Direshuffle Prabowo Asal Ada Syaratnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:12

Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:05

PDIP Tak Masalah PAN dan PKB Dukung Prabowo Dua Periode

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:53

KPK Dikabarkan Sudah Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:29

Selengkapnya