Berita

sby:net

Politik

Ini 10 Rapor Merah Kebijakan Luar Negeri SBY

MINGGU, 12 OKTOBER 2014 | 20:04 WIB | LAPORAN:

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera lengser dari kursi kekuasaan beberapa hari lagi. Telah banyak kebijakan yang ditelurkan SBY selama dua periode atau 10 tahun kepemimpinannya.

Namun, tak sedikit pula kebijakan yang gagal berjalan dengan baik. Termasuk juga dalam kebijakan politik luar negeri.

"Indonesia sangat aktif mengikuti berbagai forum kerja sama internasional baik dalam G20, APEC, WTO, maupun ASEAN. Namun, keterlibatan tersebut masih belum mampu memenangkaan kepentingan nasional," ungkap aktivis Forum Masyarakat Sipil Indonesia untuk Kebijakan Luar Negeri (ICFP) Khoirun Nikmah dalam diskusi bertajuk 'Rapor Merah Kebijakan Luar Negeri SBY' di restoran Dapur Selera, Tebet, Jakarta (Minggu, 12/10).


Bahkan, kebijakan luar negeri yang dikomitmenkan SBY justru banyak membawa kerugian bagi Indonesia. Baik dari sisi kerja sama ekonomi, politik, dan penegakan hak asasi manusia.

Karenanya, klaim keberhasilan peran diplomasi Indonesia yang ditunjukkan dalam keaktifan Presiden SBY di berbagai forum internasional adalah semu.

"Itu adalah klaim yang semu dan tidak mendasar. Sebab, tidak mendatangkan manfaat bagi rakyat Indonesia," kata Nikmah.

Selain itu, kebanggaan SBY sebagai Cho-Chair dalam High Level Panel of Eminent Person of Post 2015 Development Agenda, Ketua ASEAN tahun 2011, Ketua APEC tahun 2013, dan tuan rumah KTM WTO 2013, serta secara reguler menyelenggarakan Bali Democracy Forum sejak 2008 tak lebih dari sekedar pencitraan.

"Forum demokrasi di Bali itu ironis karena digelar pada saat demokrasi di Indonesia berada dalam ancaman setelah UU Pilkada mengakhiri era pilkada langsung yang demokratis," jelas Nikmah.

Berikut 10 rapor merah kebijakan politik luar negeri SBY versi ICFP dan koalisinya:

1. Gagal melindungi buruh migran
2. Pemenuhan pangan bergantung impor
3. Ekspor berbasis eksploitasi sumber daya alam
4. Investasi lebih berpihak kepada korporasi ketimbang politik
5. Diplomasi perubahan iklim minim implementasi di dalam negeri
6. Ekstraktif industri dan tunduknya negara terhadap korporasi raksasa dan multinasional
7. Transparansi dan akuntabilitas sektor sumber daya alam dan ekstraktif masih jauh dari harapan
8. Ketiadaan komitmen pemerintah dalam mendorong penghormatan standar HAM dan perlindungan buruh anak pada rantai pasokan barang dan jasa
9. Tidak mampu menangani pelarian dan penghindaran pajak
10. Diplomasi kerja sama ekonomi yang semakin mendorong liberalisasi dan merugikaan petani, nelayan, buruh, perempuan, dan usaha rakyat kecil. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya