Berita

Istri Wakil PM Kamerun Akhirnya Dibebaskan Boko Haram

MINGGU, 12 OKTOBER 2014 | 10:21 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Sebanyak 27 orang yang disandera oleh kelompok militan Boko Haram  di Kamerun telah dibebaskan.

Presiden Kamerun, Paul Biya, mengatakan para sandera yang dibebaskan termasuk sepuluh pekerja asal Tiongkok yang diculik sejak Mei lalu.

Tidak hanya itu, seorang istri Wakil Perdana Menteri Kamerun Amadou Ali, Lamido yang diculik pada Juli lalu bersama dengan anggota keluarganya yang lain juga ikut dibebaskan.


"10 pekerja asal Tiongkok, istri Wakil Perdana Menteri Amadou Ali, Lamido, dan anggota keluarga mereka diculik saat ini berada dalam kondisi aman," katanya pada Sabtu (11/10), seperti dikabarkan The Guardian.

Dari isu yang beredar, pembebasan itu dilakukan setelah pemerintah Kamerun membayar sejumlah uang tebusan kepada milisi Boko Haram.

"Presiden menunjukkan efektivitas metode yang ia selalu gunakan ketika salah satu dari rekan-rekan kita atau orang asing yang tinggal di wilayah kami dalam kesulitan, terutama disandera oleh kelompok teroris ini. Ketika situasi melibatkan integritas fisik dan hidup orang, kita tidak berbicara tentang uang," tambahnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut," begitu pernyataan pemerintah Kamerun.

Sepanjang tahun ini, Boko Haram terus membuat ulah dengan melakukan penculikan dan penyerangan tidak hanya di Kamerun tetapi juga di Nigeria.

Kelompok militan ini pernah menjadi berita utama internasional ketika mereka menculik sekitar 200 anak sekolah Nigeria pada bulan April lalu.[dem]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya