Berita

MUNAS GOLKAR

Ahmad Doli Kurnia: Munas 2015 Sudah Final, Tak Relevan Lagi Mempersoalkannya!

MINGGU, 12 OKTOBER 2014 | 09:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebagai partai besar, Golkar pasti menerima semua kreativitas, saran, masukan, gagasan, dan kritik. Golkar pun pasti mengapresiasi semua pihak yang memberi saran dan kritik tersebut, termasuk dari kelompok muda.

"Tentu saja selama saran dan kritik itu konstruktif buat kemajuan partai," kata Ketua DPP Golkar bidang Pemuda dan Olahraga, Ahmad Doli Kurnia, beberapa saat lalu (Minggu, 12/10).

Tentu saja juga, tegas Ahmad Doli, Golkar memberi kesempatan bagi generasi muda untuk berperan. Apalagi periode ini sdh memasuki tahun terakhir kepengurusan, dan tentu banyak catatan dan masukan untuk perbaikan yang harus disampaikan.


Tapi, tegas Doli, yang juga Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), saluran formal yang ada di dalam partai bagi kelompok muda adalah tetap AMPG.

"Membuat wacana dan masukan atas nama anak muda untuk partai boleh saja, tapi untuk menjadi sebuah kebijakan, tetap pada jalur formal, yaitu AMPG," ujar Ahmad Doli Kurnia.

Soal kebijakan Musyawarah Nasional (Munas), Doli menegaskan bahwa itu sudah final akan dilaksanakan pada tahun 2015. Semua level pengambil keputusan pun sudah menegaskannya, mulai DPP, sampai DPD Provinsi dan Kabupaten. Saat ini, tinggal menunggu Rapimnas, yang rencananya dilaksanakan pada November-Desember, untuk menetapkan bulan Munasnya.

"Jadi isu itu sudah tidak relevan lagi. Lebih baik kita semua sekarang menyusun semangat baru, gagasan baru serta strategi perjuangan baru untuk kebangkitan Golkar. Bukan bicara soal memecah belah partai," demikian Doli. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya