Berita

net

Dunia

PBB: Baru Terhimpun Seperempat dari Total Dana yang Dibutuhkan untuk Atasi Ebola

SABTU, 11 OKTOBER 2014 | 12:42 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membutuhkan bantuan dana senilai US$ 1 miliar untuk mengatasi virus Ebola yang memicu kematian massal hampir di seluruh bagian dunia.

Deputi Sekretaris Jenderal PBB, Jan Eliasson, melaporkan bahwa dana yang terkumpul hingga saat ini hanya seperempat dari jumlah yang diajukan.

"Dari 1 miliar dolar yang dicari, hanya seperempat yang telah dikumpulkan. Kami butuh (dana) lebih banyak," kata Eliasson di depan Majelis Umum PBB pada Jumat (10/10), seperti dilaporkan AFP.


Dipomat asal Swedia itu juga menyerukan para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan untuk tanpa lelah bekerja di pusat-pusat pengobatan, khususnya di Afrika Barat tempat di mana virus Ebola merajalela. Terhitung sudah lebih dari empat ribu orang di benua hitam itu yang tewas karena Ebola.

"Kecepatan adalah esensi. Sumbangan dalam beberapa hari lebih penting daripada kontribusi yang lebih besar dalam beberapa minggu," tandas Eliasson. [ald]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya