Berita

ilustrasi/net

Dunia

Kelompok Aktivis Picu Kontak Senjata di Perbatasan Dua Korea

SABTU, 11 OKTOBER 2014 | 11:29 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Tensi situasi keamanan Korea Utara dan Korea Selatan memanas. Kemarin siang waktu setempat (Jumat, 10/10) militer kedua negara saling menembakkan senapan berat di perbatasan.

Baku tembak senjata terjadi pukul 14.00 siang waktu setempat. Dipicu oleh peluncuran sejumlah balon gas berisi selebaran yang mengecam rezim Korea Utara, yang dilakukan oleh sebuah kelompok aktivis di Korsel.

Kementerian Pertahanan Korsel melaporkan bahwa tidak ada korban dalam insiden tersebut, meskipun sebagian warga di kota Hapsuri telah dievakuasi.


"Dua jam setelah peluncuran, terdengar letupan senjata dari perbatasan Korut, yang berlangsung sekitar 20 menit," begitu pernyataan tersebut, seperti dikutip AFP (Sabtu, 11/10).

Setelah beberapa kali tembakan yang diindikasi menargetkan pos penjaga perbatasannya, Korsel kemudian membalasnya dengan menembakkan sekitar 40 tembakan terhadap pos penjaga perbatasan Korut.

"Kami terus memantau gerakan militer Korea Utara," lanjut pernyataan itu.

Beberapa pesan dalam selebaran tersebut berisi kecaman terhadap pemimpin Korut, Kim Jong-un.

Keturunan dari pendiri Korea Utara, Kim Il-sung dan Kim Jong-il, itu absen dari publik selama lebih dari sebulan. Menurut kabar yang beredar, ia tengah menderita masalah kesehatan yang serius. [ald]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya