Berita

Erik Satrya Wardana/net

Politik

Hanura: Parlemen Dikuasai KMP, Kabinet Jokowi Wajib Diisi Orang Cerdas dan Kreatif

SABTU, 11 OKTOBER 2014 | 10:48 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Koalisi Indonesia Hebat (PDIP, Hanura, Nasdem dan PKB) menganggap masih ada "ratusan" pertarungan politik berikutnya yang akan dihadapinya melawan KMP.

"Kalau perspektifnya dianggap bagi-bagi kursi, ya kami kehilangan semua kursi di parlemen. Apalagi kalau melihat UU MD3 yang komposisinya bersifat tetap tidak lagi bisa diperbaharui. Kalau kita gunakan perspektif pragmatis, bagi-bagi kursi di legislatif ini masih tahap awal pertarungan," ujar Ketua DPP Partai Hanura, Erik Satrya Wardhana, dalam diskusi "Bukan Parlemen Biasa" di Cikini, Jakarta, Sabtu (11/10).

Tetapi, kalau dilihat dari perspektif yang lebih ideal, ia menyetujui pendapat elite politik di Koalisi Merah Putih (KMP) bahwa dengan dikuasainya parlemen oleh KMP dan eksekutif oleh KIH, maka ada fungsi tegas parlemen bagi tumbuhnya demokrasi Indonesia.
 

 
"Ini belahan politiknya tegas walau ada irisan di parlemen. Tapi check and balances akan berjalan lebih bagus," ujarnya.

Dia memahami bahwa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) akan menghadapi masalah dengan kuatnya parlemen. Salah satunya jika program pemerintah tidak bisa diterima parlemen dan terganjal di proses legislasi, budgeting dan pengawasan.

"Tapi saya kira situasi ini akan mendorong pemerintahan Jokowi-JK melakukan kecerdasan kreatif. Ini akan sangat tergantung pada personalia kabinet nanti. Kabinet harus diisi orang yang lebih cerdas dan lebih kreatif," ujarnya.

"Kalau parlemen memblok usulan RAPBN pemerintah, maka kembali usulan itu kembali ke pemerintahan. Tidak akan terjadi shut down seperti di Amerika. Maka itu, kami mendorong kecerdasan kreatif kabinet. Para menteri Jokowi harus tangguh dan punya kecerdasan kreatif," tambah Erik untuk menutup pendapat. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya