Berita

kay rala xanana gusmao/net

Dunia

Praktisi Pers: Ucapan Xanana Gusmao Dipelintir

SABTU, 11 OKTOBER 2014 | 06:11 WIB | LAPORAN:

Kehadiran Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao dalam peringatan hari ulang tahun TNI beberapa waktu lalu cukup mengundang polemik. Lantaran, segelintir media massa menulis Xanana berniat kembali bergabung dengan Indonesia.

Namun, dari penelusuran, diketahui bahwa ada kesalahan dalam mengartikan bahasa oleh salah seorang wartawan media online. Dari hasil rekaman, didapati bahwa yang mewawancarai Xanana pun wartawan televisi nasional.

Pemerintah Timor Leste dan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga meluruskan pemberitaan yang ada. Intinya, Xanana tidak sepatah kata pun menyebut ingin kembali ke Indonesia.


"Ya, artinya pada pokok Xanana yang menjadi sumber. Kalau dia mengatakan tidak benar maka itu jelas dipelintir," ujar praktisi pers Leo Batubara ketika dihubungi wartawan, Jumat malam (10/10).

Dia menyayangkan, keteledoran yang dilakukan oknum wartawan. Seharusnya, prinsip cek dan ricek dijalankan wartawan maupun media yang menayangkan pemberitaan tersebut.

"Artinya, sumber berita yang memberitakan itu keliru menangkap berita. Mestinya harus mengecek kepada yang bersangkutan," kata Leo.

Menurutnya, ketika hal itu menjadi persolan harus dibawa ke Dewan Pers. Dengan tujuan agar mengetahui asal muasal berita yang didapat. Lantaran, patut diduga pula adanya unsur kesengajaan.

"Ya, artinya media bisa dibawa ke Dewan Pers. Di situ dilihat dari mana dia dapat berita tersebut karena itu sudah melanggar kode etik. Jadi, si media itu harus diverifikasi, kebenaran itu logis apa tidak," tegas Leo yang juga mantan wakil ketua Dewan Pers.

Diketahui, sejumlah media massa online memberitakan bahwa ada keinginan Timor Leste kembali ke Indonesia lewat pernyataan Xanana Gusmao. Dalam penelusuran, didapati bahwa terdapat kesalahan penerjemahan bahasa oleh wartawan yang mewawancari Xanana.

Salah seorang wartawan media online salah mengartikan kata we won't dengan we want. Sayangnya, sang wartawan mengaku tidak memiliki bukti rekaman hasil wawancara. [why]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya