Kesepakatan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) bukan hanya dalam perebutan kursi pimpinan MPR.
Meski dikalahkan Koalisi MeÂrah Putih (KMP) dalam peÂreÂbutan pimpinan MPR, partai yang dikomandoi Suryadharma Ali (SDA) itu masih melanjutkan keÂsepakatan lain dengan KIH.
“Kami segera membawa maÂsalah ini ke dalam rapat Dewan PeÂngurus Pusat (DPP) PPP. Hal ini sebagai tindak lanjut dari keÂseÂpakatan yang sudah kami tanÂdatangani dengan KIH,’’ kata WaÂkil Ketua Umum PPP Emron PangÂkapi kepada Rakyat MerÂdeka di Jakarta, Rabu (8/10).
Berikut kutipan selengkapnya;Berarti koalisi dengan KIH permanen?Sebagai Waketum PPP, saya berÂÂharap memorandum of underÂstanding (MoU) itu adalah pintu masuk bagi PPP untuk secara definitif ada di dalam KIH.
Apa ada perjanjian dapat kursi di kabinet?Sama sekali tidak ada. Sebab, pemerintah kita menganut sistem presidensial, sehingga itu menjaÂdi penetapan dan hak presiden.
PPP dan KIH belum ada pemÂbiÂcaraan ke arah sana. Kami haÂnya membangun komunikasi poÂÂlitik antara pimpinan PPP deÂngÂan pimpinan partai yang ada di KIH, termasuk dengan PreÂsiÂden dan Wakil Presiden terpilih.
Kapan ada pertemuan lagi dengan KIH?Pertemuan melalui utusan seÂring mengadakan komunikasi deÂngan PPP. Semua komunikasi teÂtap mengalir dan berjalan sampai ada kesepakatan lebih lanjut.
Apa benar SDA meminta PPP tetap bersama KMP?Ya. Ketika itu Pak SDA mengÂhampiri kami dan meminta unÂtuk tetap bersama KMP. Namun kami sudah telanjur menandataÂngani kesepakatan dengan KIH. Maka mayoritas anggota fraksi di dalam rapat itu tetap berÂpenÂdapat lebih utamakan menjaga kehormatan PPP dengan memiÂlih bergabung di dalam KIH.
Kenapa PPP meninggalkan KMP?Karena telah terjadi kebuntuan di KMP. Kebuntuan tersebut suÂdah dibicarakan di tingkat ketua umum partai politik di KMP. Atas dasar itu, PPP sebelum peÂmilihan pimpinan MPR mencoÂba merayu KMP agar PPP menÂdapat kursi pimpinan MPR. Tapi tidak menÂdapatkan gambaran. Padahal, PPP sudah terlibat sejak awal mendukung pencapresan PraboÂwo-Hatta Rajasa
Kami merasa ini adalah seÂbuah pengkhiatan yang luar biaÂsa terÂhadap PPP. Sebab, tiba-tiÂba PPP ditinggalkan KMP. TenÂtunya seÂluruh kader di pusat mauÂÂpun daeÂrah kecewa. KemuÂdian kami menÂcoba baÂngun koÂmunikasi dengan KIH. Di situ ada kesekapatan unÂtuk berÂgaÂbung karena kami diÂhargai.
Apa yang Anda harapkan dari KIH?Kami merasa jauh lebih diharÂgai dan mendapat kehormatan di dalam KIH. Meski kami tidak ikut serta di dalam perjuangan meÂmenangkan Jokowi-JK dalam pilpres lalu. DPP PPP mengangÂgap kehormatan ini adalah seÂbuah tanggung jawab untuk membaÂngun kebersamaan meÂnuju IndoÂnesia yang lebih baik dalam lima tahun ke depan.
KIH kalah dalam perebutan pimpinan MPR, apa tidak menyesal?Tidak. Persoalan kalah dan meÂnang adalah lahan perjuaÂngÂan parpol. Jadi bukan hal yang luar biasa. Karena bagi parÂpol adalah berikhtiar memÂbangun pengaruh melalui alat keÂkuaÂsaan, baik di eksekutif mauÂpun legislatif. ***