Berita

puan maharani/net

Politik

Bermental Oposisi, Puan Harus Dievaluasi

JUMAT, 10 OKTOBER 2014 | 04:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kekalahan demi kekalahan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di parlemen diantaranya akibat kesalahan Puan Maharani. Sebagai Ketua Fraksi PDIP, Puan gagal mengkonsolidasikan kekuatan di parlemen dengan baik.

"Kekalahan beberapa kali dalam eksperimen di DPR dan MPR bukan karena hebatnya KMP. Tapi karena lemahnya strategi KIH," ujar pengamat politik UGM Arie Sudjito kepada wartawan di Jakarta (Kamis, 9/10).

Sebenarnya KMP tidak solid. Tidak ada chemistry yang cukup kuat diantara partai pendukungnya. Terbukti, PPP bisa diajak pindah haluan. Jika saja Fraksi PDIP sebagai motor penggerak KIH bisa memanfaatkan kondisi ini, tentu jalan cerita akan berbeda.


Dia mencontohkan strategi salah KIH ketika pemilihan Pimpinan MPR. Jika dikalkulasi dengan baik, KIH harusnya memenangkan persaingan karena PPP sudah ikut bergabung. Selain itu, tawaran KIH untuk DPD juga lebih tinggi. Mereka mengusung perwakilan DPD sebagai calon ketua, sementara kubu sebelah menawarkan posisi wakil ketua.

"Tapi mereka lupa DPD itu sebagian besar agennya partai. Harus dikalkulasi dong," katanya.

Agar kedepan tidak salah langkah, Puan dan elit PDIP disarankan merubah mental dari mental opsisi menjadi mental pemenang. Hanya dengan mental pemenang, banteng akan mampu membuat agenda setting dan mengambil alih 'panggung' dari KMP.

"Selain itu Jokowi harus lebih dominan dalam komunikasi dengan partai lain. Menurut saya, semakin Jokowi tepat memilih menteri di kabinetnya, maka ini akan membantu untuk melakukan komunikasi dengan dewan," demikian Arie.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya