Berita

Politik

Prof. Jimly: Jokowi Tidak Bisa Dimakzulkan

JUMAT, 10 OKTOBER 2014 | 01:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Meski kekuatan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di parlemen bukan mayoritas, Jokowi tidak tidak perlu khawatir akan dimakzulkan oleh 'penyeimbangnya', Koalisi Merah Putih (KMP).

Mantan Ketua MK, Prof. Jimly Asshiddiqie, mengatakan konstitusi kita mengatur prasyarat pemakzulan sangat komplek. Tidak hanya menempuh proses politik di parlemen, tapi juga harus ada putusan MK. Kalau MK menyatakan presiden tidak bermasalah, maka secara otomatis proses pemakzulan tidak bisa dilanjutkan ke MPR.

"Jadi jangan khawatir, Jokowi dan seluruh gerbongnya tenang saja," ujar Jimly kepada wartawan di gedung DPR, Senayan Jakarta (Kamis, 9/10).


Pernyataan ini disampaikan Jimly menanggapi isu tentang kemungkinan pemakzulan Jokowi yang menguat setelah kekalahan bertubi-tubi KIH dari KMP di parlemen.  Kekalahan KIH yakni saat pengesahan Undang-undang MD3, pengesahan Tata Tertib DPR, pengesahan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada), pemilihan Pimpinan DPR, dan pemilihan Pimpinan MPR.

Jimly mengatakan Jokowi juga tak perlu gundah karena tidak bisa dilakukan karena hampir bisa dipastikan pemakzulan tidak akan bisa dilakukan. Konstitusi kita mengatur ketat tentang persyaratan jumlah persetujuan minimal anggota MPR.

"Kalimatnya lebih kurang begini, keputusan MPR atas usul pemberhentian Presiden harus diambil dalam sidang MPR yang dihadiri sekurang-kurangnya 3/4 anggota, dan disetujui sekurang-kurangnya 2/3 anggota. 3/4 anggota itu kalau KIH itu boikot, walk out, tidak akan cukup. Jadi tidak perlu takut," demikian Jimly.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya