Berita

Tidak Benar Timor-Leste Ingin Kembali Ke RI

JUMAT, 10 OKTOBER 2014 | 01:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Timor-Leste meluruskan pemberitaan yang menyebutkan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmao mengungkapkan keinginan Timor-Leste bergabung kembali dengan Indonesia.

Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Timor-Leste, Dr. Constancio Pinto, menegaskan bahwa Xanana Gusmao tidak pernah membuat pernyataan tersebut selama menghadiri peringatan ulang tahun TNI ke-69  di Surabaya pada tanggal 7 Oktober 2014, seperti diberitakan beberapa media Indonesia beberapa hari terakhir ini.

"Perdana Menteri diwawancarai oleh salah satu stasiun televisi Indonesia, dimana ia menyatakan terima kasih atas undangan untuk upacara dan kepuasan atas kerjasama yang sangat baik yang terjalin antara kedua negara dan rakyatnya. Tidak ada pernyataan bahwa Timor -Leste ingin bergabung kembali dengan Indonesia," kata Pinto yang mendampingi Xanana hadir dalam acara tersebut.


Pinto mengatakan pemberitaan tersebut sebagai bentuk jurnalisme yang tidak bertanggung jawab.

"Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama mengutuk keras tindakan jurnalisme yang tidak bertanggung jawab dan tercela yang dapat mencemarkan dan membahayakan hubungan baik yang telah terjalin antara Timor-Leste dan Indonesia," imbuh Pinto seperti tertulis dalam keterangan pers yang terima RMOL dari kementerian (Kamis, 10/10).

Pinto mengatakan Timor-Leste dan Indonesia telah menikmati demokrasi. Tentu saja, tidak akan ada demokrasi tanpa tanggung jawab. Dalam konteks inilah media memiliki tanggung jawab terhadap penguatan demokrasi.

"Kemitraan antara Timor-Leste dan Indonesia telah kokoh berdasarkan prinsip saling menghormati, yang telah dibuktikan melalui kunjungan timbal balik tingkat tinggi antar pemimpin kedua negara, dukungan penuh pemerintah Indonesia untuk keanggotaan Timor-Leste ke ASEAN, dan meningkatnya hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara dan rakyat," demikian Pinto.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya