Berita

tb hasanuddin/net

TB Hasanuddin: Tak Mustahil DPR Saat Ini Lebih Jelek dari Periode Sebelumnya

KAMIS, 09 OKTOBER 2014 | 14:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dari jumlah total 560 anggota DPR, kurang dari 300 orang yang hadir dalam sidang paripurna hari ini (Kamis, 9/10).

"Saya kecewa dengan anggota DPR yang baru. Bagaimana (kehadiran) tahun depan, atau tiga tahun yang akan datang. Seharusnya masih semangat," ungkap politisi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, kepada beberapa saat lalu.

Selain jumlah absensi, TB Hasanuddin juga menyesalkan dari sisi kedisipilinan waktu. Anggota DPR seharusnya bisa hadir sekitar 10 menit sebelumnya dari jadwal yang ditentukan pada pukul 09.00 WIB. Faktanya, mereka tetap terlambat satu jam dan baru datang pukul 10.00 WIB.


Pun demikian, lanjut TB Hasanuddin, cara berpakaian anggota juga tidak sesuai dengan tatib DPR. Misalnya saja ada anggota yang memakai baju santai, sepatu pantai tanpa kaos, bahkan memekai celana jeans.

"Rapat paripurna kayak mau mancing. Padahal ini rapat paripurna yang terhormat," sesal TB Hasanuddin lagi.

Hal lain yang disesalkan TB Hasanuddin, sidang paripurna pertama ini juga tidak dihadiri semua pimpinan. Maka bila sidang pertama saja tak hadir, apalagi sidang-sidang yang akan datang.

"Saya secara pribadi mengimbau pada fraksi manapun, sebagai wakil rakyat yang ditunjuk oleh rakyat, duduk sebagai anggota DPR dengan gaji yang cukup banyak, sebaiknya ikutin aturan yang ada. Kalau kita abai, maka tidak mustahil, DPR 2014-2019 akan lebih jelek dari periode sebelumnya. Dan tidak mustahil akan jadi cemoohan rakyat," demikian TB Hasanuddin mengingatkan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya