Berita

saleh daulay/net

KMP Sama Sekali Tak Pernah Berniat Gelar Pemakzulan

KAMIS, 09 OKTOBER 2014 | 11:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kemenangan Koalisi Merah Putih (KMP) dalam memperebutkan pimpinan DPR dan MPR tidak perlu dikhawatirkan.

Pasalnya, KMP sejauh ini tidak pernah berniat untuk mengganggu dan menghalangi implementasi program-program pemerintah. Sebaliknya, KMP justru bertekad untuk menjadi kekuatan penyeimbang dalam memberikan saran dan kritik konstruktif dalam mengawasi roda pemerintahan.

"Isu-isu yang menyebut bahwa akan ada impeachment setelah KMP merebut pimpinan MPR terlalu mengada-ada dan dibesar-besarkan. Sumbernya pasti bukan dari KMP. Jangan-jangan, isu itu sengaja dihembuskan oleh orang-orang yang ingin membuat keresahan dan kecemasan." kata anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay, beberapa saat lalu (Kamis, 9/10).


Di banyak tempat, katanya, para tokoh dan petinggi KMP sudah mengatakan secara tegas bahwa mereka juga sangat mencintai bangsa dan negara Indonesia. Kalau pemerintah menjalankan tugas dan fungsinya secara baik dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan rakyat, KMP dipastikan akan memfasilitasi dan memberikan dukungan.

Hanya saja, lanjut Saleh, jika pemerintah lalai, tentu KMP memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk mengingatkan, meluruskan, dan memberikan solusi. Dan agar fungsi kontrol ini berjalan dengan baik, KMP meminta agar anggota KIH dan para pendukungnya menjaga suasana kebatinan masing-masing pihak.

Menurut Saleh lagi, selain tidak terlalu berpikiran negatif pada KMP, pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan sebaiknya pernyataan-pernyataan yang menyejukkan. Bukan pernyataan-pernyataan yang membuat sakit hati atau melukai perasaan. Apalagi, sejauh ini KMP selalu menghindari statement-statement yang meresahkan dan merendahkan.  

"Mestinya kalau mau damai, ya pernyataannya pun bernada perdamaian dan persahabatanlah. Masa kita mau tenang, tapi selalu menyerang. Ternyata, menyerang pun bukan malah bikin bubar, tapi makin membuat KMP semakin solid dan militan," demikian Saleh. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya