Berita

joko widodo/net

Pimpinan MPR Harus Sukseskan Pelantikan Presiden Jokowi

KAMIS, 09 OKTOBER 2014 | 05:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kondisi pasar keuangan yang merespons negatif hasil pemilihan Pimpinan MPR hanya bisa dipulihkan jika pimpinan di kedua lembaga itu membuktikan dukungannya kepada kedaulatan rakyat melalui suksesnya agenda nasional bangsa kita, yakni pelantikan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden.

"Yang terpenting sekarang, Pimpinan MPR yang baru harus membuktikan bahwa keberadaan mereka adalah sebagai solusi dan bukan sebagai masalah," ujar pengamat hukum dan politik Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Theofransus Litaay, kepada RMOL kemarin.

Agenda nasional pelantikan presiden dan wapres ini harus disukseskan oleh Pimpinan MPR sebagai wujud penghormatan pada kedaulatan rakyat dan tidak dipengaruhi oleh afiliasi politik Pimpinan MPR.


Dalam pemilihan Pimpinan MPR kemarin malam memang tidak bisa secara matematis diperkirakan hasilnya karena sepenuhnya merupakan hak anggota MPR untuk memilih. Namun siapapun yang terpilih harus mensukseskan pelantikan Presiden sebagai proses transisi demokrasi yang penting bagi bangsa ini.

"Inilah tantangan yang perlu dijawab sebagai negarawan," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan dia, transisi kekuasaan secara damai merupakan salah satu bentuk demokrasi modern. Jika Pimpinan MPR menyatakan bahwa mereka berkomitmen kepada demokrasi maka pembuktinya adalah dengan menjamin kesuksesan transisi damai tersebut sekaligus menunjukkan sikap legawa.

"Patut dihargai kemampuan koalisi Indonesia Hebat yang berhasil menarik PPP ke gerbongnya sekaligus membuktikan bahwa KMP bukanlah koalisi permanen. Di waktu mendatang keutuhan KMP akan menjadi persoalan yang dihadapi oleh koalisi ini. Realitas politik akan menunjukkan bahwa keutuhan KMP sangat labil sebenarnya," pungkas Theofransus.[dem]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya