Berita

ppp/net

Inilah Kabar Lain di Balik Permainan Politik PPP

RABU, 08 OKTOBER 2014 | 08:42 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memang kecewa dengan Koalisi Merah Putih (KMP) yang tidak memberikan hak kursi pimpinan MPR.

Disebut hak, karena memang sejak awal KMP membuat simulasi untuk menguasai pimpinan MPR. Dalam simulasi itu, PPP diberi posisi pimpinan MPR bersama dengan Golkar, Demokrat, Gerindra, serta satu orang dari unsur DPD.

Jatah pimpinan MPR untuk PPP ini sebagai kompensasi karena tak diberi kursi untuk pimpinan DPR. Pimpinan DPR sudah habis dibagi untuk Golkar, Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat.


Belakangan komposisi untuk pimpinan MPR diubah. Komposisi ini diubah dalam pertemuan yang dilakukan berkali-kali, termasuk di rumah Amien Rais, rumah Aburizal Bakrie hingga Hotel Mulia di kawasan Senayan.

Pertemuan itu memutuskan, PPP dan Gerindra tak dapat jatah. Kursi untuk Gerindra diserahkan kepada PAN, sementara kursi untuk PPP diambilalih PKS. Melihat komposisi inilah PPP kecewa, marah dan geram. Selain karena selisih suara dengan PKS cuma satu, PPP juga menjadi partai yang paling pertama dukung Prabowo. Lebih menyakitkan lagi, PPP juga tak dapat kursi di DPR.

Kekecewaan PPP ini gayung bersambut dengan kekurangan Koalisi Indonesia Hebat yang digawangi PDI Perjuangan. PDI Perjuangan pun membangun komunikasi dengan PPP. PPP sendiri, selain membangun komunikasi dengan PDI Perjuangan, juga tetap membangun komunikasi dengan KMP, dengan harapan komposisi pimpinan MPR bisa diubah.

PDI Perjuangan bergerak cepat. Harapan PPP untuk bisa duduk di kursi pimpinan MPR diberi ruang PDI Perjuangan. Perjanjian pun dibuat, dan "di permukaan" PPP merapat pada Koalisi Indonesia Hebat. (Baca: Dikabarkan PPP Menang Terbelah dan Tak Solid Dukung Koalisi Indonesia Hebat).

Bahkan, selain soal pimpinan kursi MPR, PPP juga minta lebih pada PDI Perjuangan. Bila skenario berjalan lancar, maka PPP akan dapat jatah satu kursi menteri, untuk selanjutnya PPP benar-benar lepas dari KMP

Melihat akumulasi kursi Koalisi Indonesia Hebat, KMP tak mau tinggal diam. Dia menyusun strategi ulang. Bila perlu, PPP dirangkul kembali, dengan tawaran lain. PPP, yang memang masih menjalin komunikasi dengan KMP, pun akhirnya membuat perjanjian ulang dengan KMP. Dalam perjanjian ulang itu, PPP tidak dapat jatah pimpinan MPR, namun akan mendapat tiga Kursi Ketua Komisi di DPR. Tawaran yang cukup menggiurkan.

Meski sudah bikin perjanjian ulang dengan KMP, PPP sadar tak mungkin membatalkan perjanjian dengan Koalisi Indonesia Hebat. Waktu sudah sangat mepet. Lebih-lebih, potensi KIH semakin tipis setelah dikabarkan 50 anggota DPD juga tak solid dukung Oesman Sapta Odang, calon Ketua MPR dalam paket KIH. Maka tak ada jalan lain bagi PPP untuk membagi suara.

Kubu Romahurmuzy tetap dukung KIH, sementara Kubu SDA kembali ke pangkuan KMP.

Demikian informasi yang beredar di kalangan elit, tak lama setelah sidang paripurna MPR. Info ini mulanya cukup tertutup rapat karena memang pemilihan pimpinan MPR dilakukan secara tertutup.

Karena kekalahan ini, info lain menyebutkan, kubu Romi disebutkan akan gigit jari karena kursi menteri akan hilang. Sementara kubu SDA akan merasa cukup diakomodir dengan tiga kursi Ketua Komisi DPR. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya